top
   
 
JPU Terkesan Pilih Kasih Dalam Tuntutannya

MANADO-SI.  Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada proyek Jembatan Lewet Desa Sampiri Kabupaten Minahasa Utara Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan pilih kasih dalam tuntutanya,  pada  perkara korupsi proyek Jembatan Lewet di Desa Sampiri, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Kuasa Hukum terdakwa SJK alias Stevenson, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minut menilai, tuntutan terhadap kliennya terkesan pilih kasih. Pernyataan protes itu disampaikan Herry Battileo SH, MH, usai sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Manado, Selasa pekan lalu.

Sidang proyek pembangunan Jembatan Lewet, Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi, dengan terdakwa eks Kadis PU Minut, Stevenson Alias SJK, dan Rineke Ruti Kaunang, berlanjut dalam agenda tuntutan JPU. Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Julien Mamahit, JPU Budy Christianto, menuntut kedua terdakwa dengan hukuman yang berbeda. Terdakwa Stevenson dituntut 2 Tahun Penjara, sedangkan terdakwa Rineke dituntut 1,6  Tahun Penjara sebagai kontraktor. Kesamaannya hanya pada denda yang wajib dibayarkan, yakni Rp. 50.000.000,- subsidair 3 bulan penjara.

Tuntutan itu langsung mengundang reaksi dari Kuasa Hukum terdakwa Stevenson, Herry Battileo. Usai persidangan, Battileo memprotes tuntutan hukum yang berbeda yang diberikan JPU. Battileo menilai, JPU tidak menerapkan asas  keadilan dalam  persidangan ini. Karena jika dilihat dari fakta persidangan, klien saya hanya melanjutkan proyek pembangunan jembatan tersebut, yang sebelumnya telah dijalankan lebih dahulu oleh saksi Markus Pangkerego sebagai PPK.

Selain itu proyek ini sudah berjalan 98,2 persen masih dalam pemeliharaan saat itu, tapi pihak kejaksaan negeri Minahasa utara sudah mempersoalkannya sebagai persoalan hukum dalam perkara tindak pidana korupsi pada dinas pekerjaan umum kabupaten minahasa utara.

Masih menurut Herry, kerugiannyapun sangat kecil sebagaimana dalam dakwaan jaksa sebelumnya sebesar Rp. 192.630.567,81 (seratus sembilan puluh dua juta enam ratus tiga puluh ribu lima ratus enam puluh tujuh rupiah koma delapan puluh satu sen ) dengan rincian kekurangan volume pekerjaan maupun ketidak sesuaian spesifikasi sebesar Rp.168.051.860,37 ( seratus enam puluh delapan juta lima puluh satu ribu delapan ratus enam puluh rupiah koma tiga puluh tujuh sen ) dan denda keterlambatan sebesar Rp.24.578.707.44 ( dua puluh empat juta lima ratus tujuh puluh delapan ribu tujuh ratus tujuh koma empat puluh empat rupiah ). (Tim)

Herry merinci, semua kerugian keuangan negara tersebut telah dikembalikan pada hari rabu tanggal 21 september 2016 jam 15.30 wita melalui penyidik kejaksaan negeri minahasa utara dikomulativkan sebesar Rp.192.650.000., ( seratus sembilan puluh dua juta enam ratus lima puluh ribu rupiah ) sudah diganti oleh terdakwa Rineke, sebagai kontraktor di lapangan, dan memang kerugian keuangan negara tersebut adalah kewajiban dari kontraktor pelaksana bukan dibebankan kepada klien kami kepala dinas tersebut, jelas Battileo.

Dia menduga ada keberpihakan JPU pada terdakwa Rineke dalam soal tuntutan ini. “Ada apa? Masa PPK 2 tahun, Kontraktor 1,6 tahun. Keberpihakan ini dari awal klien kami di tahan dalam rutan dan kontraktor tidak di tahan Jelas ini dipertanyakan.

Lebih lanjut menurut Herry,  keterangan dari para saksi sebelumnya, jembatan ini tidak ada masalah. Saat ini pun jembatan tersebut sudah dinikmati oleh warga setempat. Kerugiannya pun sudah dikembalikan. Korupsi intinya menyelamatkan uang Negara. JPU sebagai penuntut harusnya menegakkan hukum dengan seadil-adilnya, tegasnya.

Diketahui, dalam surat dakwaan kedua terdakwa eks Kadis PU Stevenson Alias SJK dan Rineke Ruty Kaunang (berkas terpisah) diancam dengan pidana pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999, Tindak Pidana Korupsi, sebagaiman telah diubah dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang 31 Tahun 1999. (jb/tim)
 

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Sun, 26 Mar 2017 22:40:24 PM, Kontributor : tim, Dibaca : 758 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas