top
   
 
NTT Membutuhkan Pemimpin yang Cerdas

Oleh :   Herry F.F Battileo, SH. M.H

To look is one thing

To see what you look at is another

To understand what you see is a third

To learn from what you understand is something else

But to act on what you learn is all that really matters (Anon)


Berdasarkan pemahaman berbagai aspek Geografi, Demokrafi, Politik, Sosial, budaya dan perekonomian, merupakan kondisi yang sangat aktual di Nusa Tenggara Timur. Sebagai seorang yang dilahirkan dan berasal dari daerah kepulauan  telah hampir melewati setengah abad yang dipimpin oleh tujuh orang Gubernur dengan berbagai program. Namun, belum berhasil membawa Nusa Tenggara Timur kearah kemajuan yang lebih bermakna.

Begitu pula setiap Kabupaten dengan pergantian berulang setiap bupat mnjadi hal yang sama. Berdasarkan data-data yang terungkap, Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia. Pada sisi lain berbagai penyimpangan pengelolaan keuangan Negara menurut data ICW, Provinsi Nusa Tenggara Timur terindikasi salah satu daerah dengan perilaku korupsi yang cukup fantastis.  Untuk itu dibutuhkan peran seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan dan kearifan yang sangat mendasar, setidaknya dapat didiskripsikan sebagai ciri kepemimpinan yang diperlukan dalam membangun NTT, menurut saya seharusnya ada empat poin mendasar yang harus diperhatikan adalah :

   1. Integritas /Man of integrity.

Pola bertindak dan berperilaku keseharian yang didasarkan pada konsep keimanan yaitu keyakinan dan kesadaran akan adanya Kemaha – kuasaan diluar dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.  Meyakini bahwa tanpa campur tangan Tuhan maka kehidupan dan semua yang ada padanya tidak bermakna. Memiliki moralitas yang tercermin dalam kepribadian yang tegar, jujur, dihormati dan menghormati orang lain. Cerdas memilih dan menetapkan prioritas dengan mendahulukan kepentingan orang banyak diatas kepentingan kelompok atau golongan, sehingga pantas digugu atau ditiru. ( Dalam pemahaman kaum muslim disebut dengan “hablum minallah dan hablum minannaas”)

   2. Kompetensi / Competence  

Greater confidance to successfully integrated knowledge, practice and motivation for more consistent  and effective outcomes.

    Knowledge base / Frame of refference / Theoritical frame work thinking.

Memiliki pengetahuan yang komprehensif atau sangat memadai sehingga  membentuk pola berpikir yang sistematis dalam menghadapi berbagai masalah aktual yang dihadapi, serta trampil mengelola berbagai friksi dan konflik dengan kemampuan memposisikan diri dan organisasi dimana dia berada,  serta menetapkan tujuan dan merumuskan pencapaian yang ditempuh / goal achievement, juga terampil  dalam memilih personal yang kompeten dalam menopang kemajuan organisasi.

    Skill / Field of Experience (Gain trought classroom activities, and workplace exposure).

Memiliki track record  yang mumpuni, teruji dari pengalaman / Field of Experience manejerial baik dalam segi kepemerintahan maupun entrepeneur.

    Motivation / Motivasi

The