top
   
 
Ketua DPRD Kota Kupang Bantah Lakukan Penipuan

Kota Kupang-SI. Ketua DPRD Kota Kupang  Drs Yeskiel Loudoe, S. Sos membantah dirinya terlibat  penipuan yang dilaporkan pengusaha Simon Hendrik Taka di SPKT Polda NTT Kupang, Senin (21/08/2017) lalu.

Melalui ketua tim kuasa hukumnya, Herry F.F Battileo,SH,MH mengatakan bahwa kliennya (Yeskiel Loudoe,red) tidak melakukan penipuan karena telah membayar semua material maupun jasa pertukangan senilai Rp 650 Juta dibuktikan dengan kwitansi pada 08 Januari 2017 silam.

“Tidak benar klien saya melakukan penipuan, karena sudah membayar 650 juta untuk semua material maupun pertukangan sambil menunjukan  kwitansinya” ujar Battileo kepada surya kupang di Kantor Advokat  Herry F.F Battileo,SH,.MH & Rekan  dijalan Perintis Kemerdekaan I, nomor 3, Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Kamis (24/08/2017) malam.

Disinggung apakah ada  perjanjian antara Pelapor Samin  dengan terlapor Yeskiel Loudoe  mengenai pembagian hasil 40 % untuk samin dan 60 % untuk Yeskiel

Secara spontan, Herry menepis isu tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada perjanjian hukum dengan Samin Taka terkait pembagian hasil 40 % dan 60 % tersebut. Dan menjelaskan bahwa Yeskiel Loudoe menerima tawaran Samin Taka untuk  pengerjaan rumah dan sudah dibayar.

“Awalnya Samin Taka yang menawarkan pengerjaan tersebut kepada kliennya yang sedang membangun rumah,mengingat sebagai teman maka kliennya menyanggupi dan telah membayar lunas senilai 650 Juta” tambah Battileo

Sebelumnya Laporan dengan Nomor Polisi STTL/B/287/VIII/2017/SPKT tersebut dilayangkan Samin Hendrik Taka (52) , seorang pengusaha  Warga Nunleu Kecamatan Kota Raja Kota Kupang.

Samin H. Taka menjelaskan bahwa mulanya ada kesepakatan pengerjaan perumahan di Manulai II sebesar 60 %  dan 40 %. Setelah dikerjakan 4 buah rumah dengan per rumah Rp.400 Juta maka total keseluruhan Rp. 1,6 Milyar tersebut, cuma dikembalikan modal 650 juta  sedangkan sisanya Rp 950 Juta tersebut yang seharusnya dia mendapat Rp. 380 juta (40 % dari Rp.900 Juta.red) belum didapat semuanya.

“ ada kerja sama membangun perumahan di Manulai II dengan kesepakatan awal pembagian hasil 60 % dan 40 % dalam perjalanan pekerjaan sudah selesai ternyata yang  dikembalikan hanya Modal rumah itu 1 unit 400 juta dan sudah 4 yang dikerjakan itu semua 1,6 Milyar dikurangi modal 650 Juta jadi 950 juta. 40 % (jadi 380.0000)  itu jumlah yang harus saya dapat itu” ujar Taka

Menurut Samin Hendrik Taka, Jalur hukum ini ditempuh karena Yeskiel Loudoe dinilai tidak responsif  meski telah dilakukan pendekatan baik ke rumah maupun komunikasi via telepon.

Pihak  Yeskiel Loudoe melalui kuasa hukumnya akan menempuh jalur hukum dengan melapor balik Samin H.Taka sebab telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Yeskiel Loudoe yang adalah Ketua DPRD Kota Kupang  juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kupang .  “kita akan lapor balik Samin Taka karena telah mencemarkan nama baik Yeskiel Loudoe sebagai Ketua DPRD Kota Kupang dan Ketua DPC PDIP” tegas Battileo.

Masih menurut herry terhadap pernyataan Samin, dengan rinci dijelaskan bahwa hubungan hukum dalam kerja sama antara kliennya,  ketika samin menyediakan material dan pertukangan, tapi tidak secara keseluruhan karena fondasi serta batako sebagiannya klien telah mengerjakannya sehingga pada saat klien ditagih dan rincian penagihan secara keseluruhan, secara akal sehat sangat tidak masuk akal, tapi karena temanan, akhirnya klien saya melunasinya.

Herry melanjutkan, Berbicara pembuktian hukum, klien kami tidak pernah menanda tangani perjanjian apapun sebagai alas bukti dari Samin. “Tanah ini milik kliennya dan bahan material serta ongkos kerja telah dibayar lunas Rp.650 Juta, posisi hukum samin meminta bagian dasarnya apa ?”  tanya Herry.

Dalam kasus yang menyeret Yeskiel Loudoe Ketua DPRD Kota Kupang sebagai terlapor dibela 7 pengacara yakni Herry F.F.Battileo,SH,MH, E.Nita Juwita,SH,MH, Ferderikus E. Loudoe,SH, Denete Singsigus I.Sibu,SH, Henry Sau Sabu,SH,MH, Ferdianto Boimau,SH,MH, dan Elvianus Go,O,SH. (Ayub Ndun)

 

Kategori : Politik dan Hukum, Tanggal Post : Sat, 26 Aug 2017 14:40:16 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 432 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas