top
   
 
Suku NAIBANUS Mempertahankan HAK Atas Tanah Adat 8 Petingginya Disidik Polisi

SI-Amfoang. Pembangunan Observatorium Nasional oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Padang Sonbai – Lereng Timau Desa Faumes Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang Propinsi NTT, kini berurusan dengan pihak berwajib.

            Delapan petinggi suku Naibanus menurut Benyamin Banoe kepada wartawan  mengatakan , Godlif  Yohanis Banu, Jabal Banu, Jakobus Taemnanu, Jakobus Banu, Tebrius Tonfanus, Osias Banu dan Mesak Kolis serta dirinya telah dilaporkan oleh Saptari Rahman alias Iman,  staf   Dinas LAPAN dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/153/IV//2018/NTT Polres Kabupaten Kupang tanggal 21 April 2018, karena diduga telah melakukan tindak  pidana  Secara Bersama-sama di Muka Umum,  Melakukan Kekerasan terhadap Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) Subs Pasal 140 ayat (1) KUH Pidana  pada tanggal 14 April 2018 di lereng Timau Desa Faumes Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang.

            Masih menurut Beny saat ini pemeriksaan dilakukan kepada Osias Banu, di ruang Reskrim Polres Babau Kabupaten Kupang tanggal 12 Mei 2018 diketahui bahwa dugaan tindak pidana yang Secara Bersama-sama di Muka Umum,  Melakukan Kekerasan terhadap Barang tersebut adalah berupa pengrusakan pilar batas yang ditanam oleh pihak  LAPAN di atas tanah suku milik suku Naibanus.

Usai pemeriksaan Osias (67 Thn) orang tua berambut putih itu mengatakan dirinya  diperiksa sebagai saksi. Dengan rinci menurutnya masih  7 orang lainnya akan diperiksa minggu depan,  kami  didampingi 4 orang Pengacara dari Kantor Advokad & Konsultan Hukum Herry F.F. Battileo, SH.MH & Rekan, Jln Perintis Kemerdekaan I Nomor 003, Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Salah satu tim  advokat, E.Nita Juwita, SH.MH Advokat senior kota kupang  yang mendampingi Osias Banu saat pemeriksaan, ketika diminta pendapatnya mengatakan Penyidik harus ekstra hati-hati dalam memeriksa kasus ini. Ini negara hukum sehingga bagi kita tetap menghormati proses hukum yang berlaku, tetapi pada prinsipnya tetap menganut asas praduga tak bersalah, apalagi ini menyangkut masa dan tanah ulayat suku Naibanus. Ditambahkan Nita, kejadian pencabutan dan atau pengrusakan pilar milik LAPAN  pada saat acara ritual adat tahunan  suku Naibanus sedang berlangsung katanya. (Herryawan Battileo)

Berita terkait
Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Sat, 26 May 2018 11:19:13 AM, Kontributor : tim, Dibaca : 261 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas