top
   
 
LBH Surya NTT Tetap Kawal Laporan Kasus Pengeroyokan Di Liliba Kupang

KUPANG-SI.  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT tetap mengawal kasus pengeroyokan terhadap kliennya Aryo Dethan (korban) yang terjadi pada tanggal, 13 April 2020 lalu di Liliba Kupang dengan pelakunya KS dan AL yang telah dilaporkan ke Polresta Kupang. Setidaknya sudah dua kali Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dikeluarkan penyidik Kepolisian Resor Kupang Kota yang diterima korban.

Demikian hal ini dikatakan salah satu staf LBH Surya NTT Victorandy Seo, SH kepada media ini Jumat, (24/04/2020) saat pendampingan bersama korban. Menurut Andy sapaan akrab staf LBH ini bahwa, LBH Surya NTT akan tetap mengawal kasus tersebut lewat pendampingan terhadap korban dengan koordinasi yang dilakukan secara intens dalam menyikapi proses penyidikan.

“Penyidik telah memberikan 2 kali SP2HP kepada korban, yang pertama terkait pemeriksaan terhadap pelapor/korban dan beberapa orang saksi yakni SP2HP tanggal 13 April 2020. SP2HP yang kedua yakni pada tanggal 17 April 2020 yang meyatakan pemeriksaan terhadap pelapor/korban dan satu saksi lainnya”. Jelas Andy.

SP2HP tertanggal 17 April 2020 juga tandas Andy menyatakan bahwa kasus tersebut sudah dinaikan statusnya ke tingkat penyidikan dengan mengirim SPDP ke pihak Kejaksaan Negeri kota Kupang. Selain itu penyidik akan melakukan tindak lanjut terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu dan mencari alat bukti lain. “Kami tetap menghormati dan mengapresiasi kinerja profesionalisme penyidik terhadap kasus ini dimana statusnya sudah dinaikan ketingkat penyidikan kejaksaan, Kami juga tetap dan terus berkoordinasi dengan pihak korban, semoga hukum dapat mengungkapkan fakta sesungguhnya terhadap apa yang dialami korban”. Tandas Andy.

Sementara Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Kupang Fridorianus Manuel ketika dimintai tanggapannya terkait kasus ini saat berada dikantor LBH Surya NTT pada Jumat (24/04/2020) mengatakan, ancaman hukuman bagi pelaku pengeroyokan adalah 5 sampai 6 tahun.

Mahasiswa hukum pada Universitas Widya Mandira Kupang itu mengatakan pengalamannya melakukan pendampingan terhadap kasus yang sama dimana upaya hukum dan upaya kekeluargaan bisa ditempuh, semuanya terpulang pada korban. Apabila upaya kekeluargaan dilakukan maka, pelaku mesti mendapat persetujuan korban terhadap kasus yang telah dilaporkan ke kepolisian, kalau korban tidak setuju maka kasusnya tetap diproses.

“Terhadap kasus pengeroyokan, upaya hukum yang ditempuh korban adalah proses hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun tidak menutup kemungkinan untuk ditempuh secara kekeluargaan atau jalan damai, semua terpulang pada korban apakah korban menyetujui atau tidak, kalau korban tidak setuju maka proses hukum tetap dilakukan. Ini terkait upaya mediasi yang mesti dilakukan oleh pihak pelaku”. Urai Fridorianus.

Pada saat yang sama korban pengeroyokan Aryo Dethan yang juga didampingi oleh salah seorang keluarganya mengatakan bahwa kasus ini sudah diketahui dan ditangani oleh keluarga sehingga segala keputusan yang diambil harus melibatkan keluarga terutama orang tua.

“Semua keputusan ada pada keluarga, ada pada orang tua, kalau bagaimana tentunya nanti saya tanya bapak terhadap perkembangan kasus ini”. Ucap Aryo.

Seperti dilansir media ini sebelumnya bahwa kasus yang berawal dari korban meminjam sepeda motor temannya untuk pulang ke rumahnya yang berujung pada kesalah pahaman antar  korban dan pelaku KS, akhirnya berakibat fatal terhadap korban hingga di pukul dan dikeroyok secara bersama dengan AL.

Fakta ini dibuktikan dengan laporan korban ke pihak LBH  Surya NTT  yang didukung dengan bukti  rekaman video  pengeroyokan yang menjadi dasar kasus ini dilaporkan korban  ke Polres Kupang Kota pada 13 April 2020 lalu. (tim)

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Sat, 25 Apr 2020 11:51:19 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 144 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas