top
   
 
Bersama Pemda, Kodim 1601/ Sumba Timur Ekstra Serius Perangi Covid-19 dan Belalang Kembara

WAINGAPU-SI. Berbagai upaya dengan waktu yang cukup panjang banyak langkah-langkah Pemda Sumba Timur bersama Kodim 1601/Sumba Timur dan Forkopimda melakukan pencegahan serta pengawasan penanganan Covid-19 serta wabah Koloni belalang Kembara yang bersamaan terjadi di bumi Ringkikan Kuda Sandle Wood Sumba Timur.

Pengawasan disertai evaluasi seluruh rangkaian kegiatan pencegahan dalam penanganan ini, Dandim 1601/ST Letkol Inf Johan A.P Marpaung, S.Ip yang secara langsung diintruksikan oleh pimpinan Komando Atas untuk menjalankan tugas yang cukup padat dan ekstra serius sebagai Satuan Teritoial di wilayah Sumba Timur.

Upaya-upaya penanganan dan pencegahan dilakukan Kodim 1601/ST secara rutin dari hari ke hari berpadu dilaksanakan bersama Strcholder serta relawan yang berjuang, melawan, menghadang dan memutus rantai penyebaran wabah virus  tentunya sangat berdampak pada kehidupan perekonomian masyarakat di Sumba Timur.

Pernyataan Perintah langsung Johan A.P Marpaung, S.Ip dihadapan seluruh Danramil beserta staf Kodim 1601/Sumba Timur untuk berkaloborasi dengan Tim / Brigade menghadang kedatangan kapal barang dan penumpang untuk di screning khusus pada malam hari.

Hal ini juga termasuk penanganan penyemprotan pestisida jenis Confidor untuk Koloni Belalang Kembara dengan populasinya yang mulai meningkat di area luas padang sabana akan mengancam usaha pertanian dan perkebunan Masyarakat di 2 Kecamatan Kabupaten Sumba Timur.

“Segera mengajak masyarakat setempat untuk membantu tim Brigade Distan Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) dalam penyemprotan di Malam hari, dimana Koloni Belalang Kembara tidak bisa berterbangan mendekat di area pemukiman masyarakat”. Ujar Dandim 1601/ST kepada Danramil dan Babinsa Koramil wilayah yang terkena dampak.

Dalam hal pemberantasan hama belalang ini, Kadis Pertanian Tanaman pangan dan Holtikultura Sumba Timur Mariana A. Praing, S.Pt di hadapan wartawan meminta dukungan serta bantuan personil Kodim 1601/ST khususnya Babinsa wilayah untuk mengecek dan mendata adanya populasi baru berkembang biaknya belalang Kembara yang mulai masuk kewilayah lainnya.

“Agar secepatnya Tim Brigade Distan TPH adakan pembasmian selagi populasinya belum berkembang biak”. Tandas Mariana Praing.

Seperti kejadian Tahun 2017 silam pasca invasi
Belalang Kembara dirasakan sangat mengganggu. Serangan hama ini juga sempat mengusik kehidupan usaha pertanian dan perkebunan masyarakat, bahkan aktifitas penerbangan di bandara Umbu Mehang Kunda terganggu. Pasalnya tak hanya menduduki pelataran dan tanaman di bandara tapi juga landasan pacu.

Hingga saat ini pencegahan dan pembasmian hama Koloni Belalang Kembara tetap intensif dilakukan dengan penyemprotan pestisida jenis Confidor khususnya pada malam hari. (tim)

Kategori : Kesehatan, Tanggal Post : Sun, 10 May 2020 12:37:14 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 279 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas