top
   
 
STIKES Maranatha Kupang Melaksanakan Supervisi di desa Manusak

 KUPANG-SI.   86 Mahasiswa Ners angkatan 7 yang mengikuti Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di desa Manusak ini tersebar di 4 dusun. MMD 1, MMD 2, ASKEB, JURNAL,  LEAFLET dan Ujian komunitas pd keluarga binaan. responsif menjadi seputaran pertanyaan yang di lemparkan oleh Tim Supervisi Kepada Mahasiswa. dan akan adalagi MMD 3 di Minggu ke 5

Ketua STIKES Maranatha Kupang, Ns. Stefanus Mendes Kiik M. Kep, sp. Kep. Kom, dalam sambutannya kepada Mahasiswa Ners angkatan ke-7 yang melakukan Praktek Kerja Lapangan  di empat dusun di desa Manusak menyampaikan Tujuan dilaksanakannya Supervisi ini tak lain untuk Pejabat Struktural juga bisa Menerima Input dari apa  yang di kerjakan oleh mahawasiswa dan Dosen Pembimbing untuk dijadikan bahan evaluasi guna Meningkatkan Mutu STIKES Maranatha.

 
 
"Kami datang kesini dalam rangka supervisi. Tujuannya dari supervisi ini kami ingin
Mendapatkan input masukan dari kegiatan adik-adik dan dosen pembimbing mengenai kendala atau hambatan agar itu bisa menjadi bahan evaluasi kedepan.
 
Saya selalu katakan bahwa waktu berubah dan Kitapun berubah artinya kalo kita tidak berubah maka dengan sendirinya kita akan tergilas dengan perubahan itu. ole karena itu kami selalu mau berinovasi. Terkait dengan perubahan itu kami juga minta mahasiswa sendiri dapat memberi masukan terkait  kendala  yang dirasakan sendiri saat kegiatan di lapangan." Ungkap Stefanus Kiik kepada mahasiswa
 
 
Kegiatan Supervisi ini di dilaksanakan Oleh 7 Orang Pejabat Struktural STIKES Maranatha Kupang Diantaranya: Ketua STIKES Maranatha Kupang, Ns. Stefanus Mendes Kiik M. Kep, sp. Kep. Kom,
Wakil ketua 1 bidang akademik Muhammad Saleh Nuwa, S.Kep.Ns.M.Kep.
Wakil ketua 3 bidang Kemahasiswaan Rudolof Nino Sellan, S.kep. M.Kes.
Irlin F. Ritti, S.Kep.Ns.M.Kes Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).
Rosalina C. Selan, S. Sos Ketua BAK (Biro Akademik dan Kemahasiswaan).
A. R. Vanchapo, S. Kep., M. M Penjamin Mutu STIKES.
Andre Selan, Amd. Kom. Kabag. Adak
 
Heldai Sabuna adalah salah satu mahasiswa yang turut menyampaikan keluhannya saat bertugas, dimana Heldai bersama timnya tidak bisa maksimal melaksanakan apa yang suda di agendakan seperti wastafel portable yang ingin mereka sediakan untuk masyarakat desa. Heldai nampak tidak puas karena hal tersebut tidak dapat di laksanakan karena di batasi oleh aparatur desa di tempat tugas mereka.
 
Salahsatu masyarakat yang turut di jumpai media ini juga menuturkan apa yang di lakukan para mahasiswa diantaranya: penyuluhan kepada masyarakat juga pelayanan kesehatan kepada lansia yang mana ini menjadi tugas mereka di tengah pandemi Covid-19, juga bakti sosial seperti yang di sampaikan Petrus pria parubaya warga dusun 1 desa manusak.(TIM) 

Kategori : Seputar Kupang, Tanggal Post : Sun, 09 Aug 2020 23:11:40 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 51 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas