top
   
 
Putus Sekolah Karena Keterbatasan Ekonomi, Yohanis Buala Pilih Jadi Tukang Jahit

 Kupang-SI. Keadaan ekonomi yang tidak menunjang dalam menempuh bangku pendidikan, akhirnya memaksa pria kelahiran Sumba, Yohanis  N. G. Buala, memilih berhenti (Putus) sekolah. Keadaan yang dialami ini tidak membuat dirinya berhenti melangkah maju alias putus asa. 

Yohanis Buala, kepada wartawan, Kamis 7 Januari 2021,mengisahkan hidupnya semenjak tahun 1990 dimana ia merantua ke Kupang dan mendaftarkan dirinya di salah satu Sekolah Menegah Atas (SMA) PGRI.

“Saya merantau ke Kupang tahun 1990, lalu sempat sekolah di SMA PGRI namun saat kelas 2 saya memilih berhenti karena ekonomi lemah,” tutur ayah dari 5 Anak tersebut.

Dilanjutkannya, setelah putus sekolah dirinya mulai bekerja di salah satu tempat jahit yang bertempat di Kampung Solor dengan mengantar hasil jahitan.

“Setelah putus sekolah, saya mulai bekerja di tempat jahit Metropolitan Kampung Solor. Saat itu bekerja sebagai membantu mengantar hasil jahitan,” ungkapnya.

Ditambahkan Yohanis, Penghasilannya yang di dapatkan saat itu per bulan Rp.60.000. 

“Saya bekerja dari tahun 1990 sampai tahun 2006 dengan penghasilan awal Rp. 60.000,”pintanya.

Ia berharap kepada generasi muda agar lebih tekun dalam mendalami sesuatu profesi untuk bekal di kumadian hari.(*wan/Romi/Ruben)

Kategori : Seputar Kupang, Tanggal Post : Sun, 10 Jan 2021 02:01:36 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 34 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas