top
   
 
CAMAT KOK-BAUN BELU NTT, TEROR MASYARAKAT

Warga Desa Muke, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur diteror camat Kok Baun , Kabupaten Timor Tengah Selatan, Jonatan Misa. Warga Desa Muke ini  diteror berulang kali. Kejadian pertama kali Warga Desa Muke, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Belu diteror pada Rabu, 4 Juni 2008 di seluruh wilayah Desa Lotas Belu, Desa Muke dan Desa Nai Usu. Warga di ketiga desa tersebut didata secara paksa oleh Pemerintah Kabupaten TTS,  dengan alasan wilayah Lotas telah menjadi milik Pemkab TTS. Warga  didata tanpa izin dari pemkab Belu.

Terhadap kejadian tersebut oleh  pihak Pemkab Belu telah melaporakan kejadian kepada Gubernur NTT, namun Gubernur NTT melalui asisten I Drs. Yos Mamulak mengatakan, dari propinsi hanya instruksikan untuk Pemkab TTS mendata warga terkait suksesi Gubernur pada wilayahnya .Bukan untuk mendata warga Lotas Belu. Menurut Yos hal ini sangat disayangkan, ketidak mengertinya  Pemkab TTS terhadap instruksi tersebut.

 Lebih parah lagi pada tanggal 9 Desember 2009 camat Kok Baun Jonatan Misa menginstruksikan kepada Kepala Desa Obaki terpilih Martinus Baok untuk bersikap,  jika pemkab Belu membangun fasilitas pemerintah, seperti rumah bantuan Depertemen Sosial RI, dan Kantor Desa di wilayah Lotas tidak  diizinkan karena wilayah Lotas adalah milik Pemkab TTS bukan Pemkab Belu.

" Kepala Desa terpilih jangan berikan izin untuk pemkab Belu membangun di atas tanah wilayah Lotas karena wilayah ini adalah milik TTS, keputusannya sudah jelas pada kesepakatan di Oelolok TTU 1952." kata Jonatan.

Jonatan pun mengancam Johanis Tsu warga desa Muke,  bapak Johanis kamu adalah suku Tsu jadi harus ikut daftar ke penduduk TTS, karena suku Tsu tidak ada di Belu. Suku Tsu hanya ada di TTS.

Camat Jonatan dengan arogan dan mengluarkan kata ancaman “Kalau kamu tidak ikut TTS, segera cabut rumah dan tanah kamu untuk pindahkan ke Belu karena tanah ini milik TTS. Kalau tidak ikut nanti kita perang ," yang dikutip Johanis.

Kepala Desa Muke, Wilem Bobe kepada wartawan menyatakan, seorang camat perlu bersikap netral bukannya menakut-nakuti warga. Apakah camat Jonatan kesepakatan Olelolok TTU itu dia sudah lahir dan tahu sejarah masalah Lotas  sehingga banyak komentar?.kata Wilem menanggapi pernayataan camat Kok Baun. (agus bobe)

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Fri, 26 Mar 2010 00:03:12 AM, Kontributor : Agus bobe, Dibaca : 1952 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas