top
   
 
KEMATIAN ADONIA NITTI YANG TIDAK WAJAR

Kupang – SI. Kematian seorang manusia ten­­­tu­nya tidak akan me­ning­gal­kan rintihan duka ber­ke­pan­jangan dan menjadi tan­­da tanya, karena sudah merupakan takdir yang maha kuasa.Tapi kepergian Ado­nia Nitti berusia 20 ta­hun pada 2009 yang lalu, hing­ga kini tetap mem­bawa du­ka yang sangat pe­rih dan sangat berkepanjangan  bagi orang­ tua dan keluarga yang be­lum bisa mene­rima/meng­ik­hlas­kan kepergiannya, hal ini  ka­re­na sangat di rasakan  kejanggalan yang terjadi de­ngan adanya pengakuan sebelum meninggal,  kepada orang tua kan­dungnya.  Persoalan ini masih menghantui ke­luar­ga duka. Sebagai orang tua/ke­luar­ga tentu kami meng­i­ngin­kan kejujuran dari para pelaku kepada kami pe­nye­bab sebenarnya, sehingga ka­mi bisa melepas ke­per­gian anak kami dengan ik­hlas dan tidak terus meng­hantui kami keluarga. Se­suai dengan pengakuan al­mar­humah, dia (Adonia, red) telah “diperkosa oleh lima orang”  akibat dari Adonia adalah seorang calon Tenaga Kerja Wanita(TKW) yang suda lolos dalam persyaratan administrasi serta sudah di tampung dalam  Balai Latihan Kerja(BLK) dari  Perusahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia(PJTKI). Balai Latihan ini adalah milik dari  Ir. Abraham Paul Liyanto. Sebelum dia me­ninggal Adonia sempat mengatakan kepada Ayah kandungnya,  “Ba­pak maaf kalau mereka te­lah buat rusak beta,” kata Fran­sina Nitti tante kan­dung­nya menirukan penga­kuan almarhum sebelum per­gi untuk selamanya.

“Apalagi sebelum meninggal, dengan jelas Adonia telah menyebutkan salah seorang pelakunya yaitu” Eki Brewok,” lanjut Fransina. Karena itu ke­luar­ga berharap kema­tian­nya bi­sa diusut tuntas oleh pihak berwajib dengan adanya ke­janggalan dan pengakuan dari Adonia sendiri. Sebab pi­hak keluarga tidak me­mili­ki penyakit keturunan. “Ka­mi keluarga tidak mampu dalam keuangan sehingga jenazah almar­hu­mah tidak dilakukan outopsi, Kami tidak tau untuk mengungkap suatu dugaan kematian tidak wajar dari hasil kejahatan, Negara menyiapkan Dana unutuk itu tidak, kami awam dan ke­per­giannya tetap mis­te­rius bagi kami” tambah­nya.­ Ditempat terpisah, Ir. Abraham Paul Liyanto ketika dimintai pendapatnya mengatakan  “Hukum Mati Bagi Pelaku” Terkait Kematian Adonia Nitti.  Menanggapi penuturan keluarga Adonia Nitti, Ir Paul Liyanto di dampingi Elvis salah satu direkturnya menegaskan jika pihak keluarga mendapatkan bukti yang kuat dan mengetahui pelaku maka pihak keluarga boleh menemuinya dan beliau berjanji akan meminta kepolisian untuk menangkap pelaku pemerkosaan agar dihukum seberat-beratnya bila perlu hukuman mati.

 

Lanjutnya Paul, kematian Adonia yang menurut keluarga diperkosa oleh lima orang, dirasa kurang masuk akal karena tidak ada tempat di BLK yang memungkinkan untuk terjadinya pemerkosaan lima lawan satu tersebut.

Kapolresta Kupang AKBP.Drs.Heri Sulistyo, ketika di temui Surya Inside,  mengatakan kalau memang keluarga merasa, kematian Adonia Nitti tidak wajar, silahkan datang dan melapor, sehingga dengan dasar laporan tersebut dapat di tindak-lanjut penyelidikan oleh pihak kepolisian. Pengacara Alex Frans SH, ketika dimintai pendapat terhadap kasus ini mengatakan “kalau memang seprti itu kejadiannya, seharusnya pihak kepolisian respons secepatnya terhadap pendapat public tanpa menunggu laporan dari keluarga, sehingga para pelaku tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.” (Tim)

 

 

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Fri, 02 Apr 2010 14:35:28 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 2370 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas