top
   
 
PENDETA GILBERT LUMOINDONG KASUSNYA DITANGANI POLRES JAKARTA PUSAT

Jakarta–SI. Yance Andreas Mada, S.H. Kuasa Hukum Leleany Jeaneruth  yang sedang ditanganinya melawan Pendeta Gilbert Lumoindong beserta istrinya, mengatakan perkara yang terjadi antara Leleany Jeaneruth (sebegai pelapor) dan Reinda Lumoindong (sebagai terlapor) serta rangkaian kejadian awal kasus tersebut.

sesuai Laporan Polisi dilakukan pada tanggal 21 Januari 2012 di Polda Metro Jaya dengan No LP : 215/1/2012/Dit.Reskrimum. Laporan ini lalu dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat dan hari ini 20 Februari 2012 telah dilakukan BAP Korban di Polres Jakarta Pusat.

Menurut Yance, Sekitar bulan Februari 2011, GL telepon Leleany, mintanya  ke-JACC untuk mengamambil buku-buku GL karena dia mau barter apartemen. Sebenarnya sudah lama GL selalu memintanya  seperti ini, tapi Leleany selalu mengulur-ngulur waktu atau menghindar karena pernah di Apartemen Taman Anggrek kejadiannya GL memeluknya. Saat itu anaknya GL  sedang sakit, Reinda kakaknya Leleany berada di Bali, Leleany diminta jaga anaknya. Malam itu ada mama, tapi sedang tidur di kamar lain.

Saat GL datang, dan mengajak leleany ngobrol di ruang makan, dia cerita tentang rumah tangganya. Menurut pengakuan Leleany bilang “Nanti juga Tuhan kasih jalan.” Tiba-tiba anaknya yang bungsu batuk-batuk, GL bergegas ke kamar tengok anaknya, kemudian Leleany disuruh ambil air putih untuk anaknya, saat air putih bawa ke kamarnya, GL tiba-tiba peluk Leleany. Ketika itu leleany kaget dan menghindar, serta berucap “Apa-apaan ini.” . Lalu GL mundur dan bilang maaf. Disitulah awalnya Leleany yang sebagai adik Iparnya selalu menghindar. Masih menurut Yance dengan rinci menguaraikan kronologisnya sesuai penuturan dari Leleany  :

  1. Pada Saat di JACC itu, Leleany akhirnya mau disuruh GL ambil buku-buku, kebetulan memang Leleany juga pegang kunci apartemen disana. Pengakuan Leleany pada Yance sebagai kuasa hukumnya  “Saat datang, aku cek ke semua ruangan, ternyata tidak ada orang, aku lebih tenang, aku cuma takut ada GL disana. Saat aku beres-beres, tiba-tiba GL datang, aku kaget juga. GL minta aku nyalain AC dikamar utama, aku jalan ke kamar utama untuk nyalain AC. Saat aku nyalain AC, tiba-tiba GL peluk aku dari belakang. Aku kaget bercampur takut, aku meronta-ronta, tapi karena badan dia terlalu besar, aku tak punya daya apapun untuk melawan. Dia buka paksa baju aku, aku tetap berusaha meronta, sampai dia buka celana jeans aku dan dia tau aku sedang menstruasi, baru dia refleks lepas aku dan pergi”.

  2. Saat itu aku shock berat, GL sudah pergi, aku tetap diam di ruangan itu dan menangis. Aku bingung mau bilang ke siapa. Tiba-tiba aku teringat Jimmy, teman dekat aku di Gereja, lalu aku telpon dia. Jimmy dengar suaraku menangis, Jimmy tanya ada apa, aku ga cerita semuanya. Setelah aku ketemu Jimmy, aku baru cerita semuanya dengan syarat jangan bilang apapun ke siapapun dulu karena posisiku serba salah. Satu sisi, keluargaku ditanggung oleh GL, sisi lain harga diriku terinjak, sisi lain lagi apa kata orang jika mereka tau aib ini.

  3. Setelah kejadian itu, GL sering sms dengan dalih cerita-cerita tentang rumah tangganya, tentang istrinya yang berselingkuh, bahkan dia juga pernah sms Tanya aku KAPAN KE JACC LAGI? Aku tidak pernah kasih tanggapan.

  4. Aku pernah bilang sama dia kalau aku mau berhenti kerja tapi dia selalu larang.

  5. Aku sering dipaksa ketemu GL suruh doa pagi, datang lebih pagi supaya bertemu dengan dia dengan maksudnya yang ga jelas jika istrinya tidak datang bersamanya doa pagi, tapi aku menolak karena takut kalau hanya berduaan dengan dia.

  6. Pernah GL ajak aku ke Apartemen saat kakakku Reinda ke Bandung, alasan GL ada urusan. Waktu itu ada Jimmy, jadi aku cerita Jimmy, aku bilang Jimmy aku takut, aku stress GL minta ketemu berdua lagi. Jimmy bilang “kalau ini urusan kerja, ga usa takut.” Saking stress, aku naik lift, lalu turun lagi, balik lagi ke Jimmy, aku minta doa dari Jimmy, lalu Jimmy doain aku. Sampai diatas, aku ragu lalu turun lagi, sedangkan GL sms dan telpon terus, katanya naik jangan lama-lama. Akhirnya Jimmy antar aku ke lift, dan Jimmy bilang “naik aja, kalau dia macam-macam dan terjadi apa-apa, nanti Jimmy yang hadapi dia.” Kata-kata itu menenangkan aku, supaya aku punya kekuatan bahwa ada yang bela aku. Dari situ, aku berusaha kuat dan memberanikan diri naik keatas. Untunglah, Tuhan melindungi. Diatas Reinda telpon, jadi GL tidak ada kesempatan untuk berbuat macam-macam. Setelah bicara, aku langsung turun.

  7. Tanggal 18 Desember 2011, aku ingat kalau anakku sakit dan harus opname di Rumah Sakit, yang bantu urus anakku Jimmy dan istrinya. Waktu itu ada GL juga, Ezer anakku lagi di UGD. Ezer minta tolong sama Jimmy untuk ambil HP nya di tas aku. Jimmy lalu ambilin HP Ezer, GL yang melihat Jimmy ambil HP di tas aku, langsung ngeliat dengan pandangan aneh.

  8. Tanggal 21 Desember 2011, aku dimintain tolong GL untuk urus ATM beliau di Taman Anggrek. Aku pikir itu tempat umum lah, GL ga mungkin bisa macem-macem. Selaku bawahan GL aku turuti perintahnya. Setelah urusannya selesai, aku mau langsung balik ke kantor karena sorenya aku harus berangkat ke Manado tapi GL ajak aku ke apartemennya, dia bilang ada yang mau dibicarain, ga enak kalau di kantor. Aku mulai takut dengan ajakannya. Aku bilang aku ada urusan penting, tapi GL bilang sebentar aja dan kesannya memaksa, aku tidak tau harus beralasan apa lagi. Aku cuma bisa berdoa pada Tuhan semoga tidak terjadi apa-apa, semoga tidak terjadi lagi. Sampai di apartemen, GL cuma tegur aku untuk tidak dekat dengan Jimmy, aku tidak boleh bergaul lagi dengan Jimmy dan istrinya. Aku bilang aku bukan orang yang tidak tau terima kasih lalu aku pergi. Diluar aku bersyukur bahwa aku bisa selamat.

  9. Malamnya saat tiba di Manado, sekitar jam 11 malam ada telpon dari kakakku Reinda. Saat aku angkat telpon, kakakku Reinda maki-maki aku dan tuduh aku selingkuh dengan Jimmy. Pasti sudah ada pembicaraan antara GL dengan kakakku, mungkin karena GL lihat Jimmy ambil HP di tas aku waktu di Rumah Sakit.

  10. Tanggal 23 Desember 2011, aku tidak tau ada pembicaraan antara Jimmy dengan GL di Israel, tapi aku dapat sms dari GL kalau GL minta maaf (sms terlampir), aku tidak balas.

  11. Tanggal 29 Desember 2011, Reinda telpon lagi dan dia bilang aku gila, dia jijik sama aku, dia bilang aku perek, dan aku mau dimasukin Rumah Sakit Jiwa.

  12. Tanggal 20 Januari 2012, dengan terpaksa aku memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Karena semenjak kejadian Reinda maki-maki, mungkin keluarga sudah mendengar kejadian antara Aku, GL, dan Reinda tapi mereka terkesan seolah membela Reinda, mereka tidak mau mendengar aku. Sampai pada saat Papaku telpon Jimmy dan suruh aku pulang (telpon di loudspeaker), Jimmy bilang “Om tau kalau GL coba perkosa Ninie?”, papaku jawab, “Ahhhh, ga benar itu”. Disitu aku putus harapan. Aku tidak tau kemana lagi aku harus mengadu.

  13. Tanggal 21 Januari 2012, aku memutuskan untuk keluar dari rumah keluarga, aku pindah ke kontrakan di daerah Taman Mini.

  14. Tanggal 24 Januari 2012, Jimmy datang tengok aku di kontrakan. Aku minta tolong Jimmy antar mau belanja ke Carrefour, akhirnya kita pergi bertiga dengan Ezer. Saat di Carrefour, tetangga aku telpon, katanya ada keluarga datang cari aku, mereka ramai-ramai sampai 4 mobil. Memang aku dan keluarga sepakat untuk ketemu dan bicara masalah ini hari rabu tanggal 25 Januari 2012 di Cilandak Town Square, tapi aku kaget kenapa mereka gerombolan datang ke rumah, sedangkan kita sudah ada janji sebelumnya, aku jadi merasa tidak dihargai. Disitu aku memutuskan untuk tidak kembali ke kontrakan, aku cari tempat tinggal sementara.

  15. Malam itu aku putusin untuk cari hotel sampai jam 3 pagi sama Ezer, Ricky, dan Elberth. Paginya aku diantar istrinya Jimmy cari kost.

  16. Keesokan harinya, tetangga telpon aku lagi, katanya ada 3 orang preman yang datang ke kontrakan tanya-tanya aku, bahkan tetangga aku ditanya-tanya, tetangga aku bilang “ada apa pak, kok masalah keluarga sampai ramai sih?.... salah satu dari mereka bilang, “ga ada apa-apa bu, kami cuma pengen Bu Ninie aman.”

  17. Tanggal 26 Januari 2012, mendengar kejadian yang aku alami. Pak Yance datang kunjungi aku di kost. Karena waktu itu aku ga bawa baju, baju yang aku pakai dipinjamkan oleh istrinya Jimmy, aku minta antar Pak Yance dan istri ke kontrakan aku di TMII untuk ambil baju. Sampai disana, tetangga aku cerita bahwa keluargaku datang ramai-ramai sekitar jam 9.30 malam, mereka tunggu sampai jam 2 pagi, sampai Papa ketiduran.
  18. Ada 4 mobil yang datang sama 1 motor. Ada papa, mama, ibu Enda, Deny, Pak Gilbert, tapi Pak Gilbert naik mobil warna merah (padahal GL tidak punya mobil warna merah), ada juga yang lihat kalau 1 motor itu bicara dengan salah satu yang ada di mobil. Tetangga di kontrakan aku di TMII memang kenal aku sejak lama, karena semenjak aku hamil Ezer, aku tinggal disana, baru Ezer lulus SMP aku mau diajak keluarga untuk tinggal sama mereka.

  19. Waktu itu aku main ke rumah Jimmy di Kayuputih. Pas di depan pagar, ada seorang pengendara mio dengan gelagat mencurigakan memutar motor sengaja di depan rumah Jimmy, kemudian anak-anak mengejar dan menurut keterangan ibu di warung dekat rumah Jimmy, pria itu sudah mengamati dari sejak pagi. Lalu Jimmy memasang status di BB, “mata-mata bermotor mio, cari mati!!!” Tiba-tiba GL merespon dengan menelpon Jimmy dengan berkata bahwa itu bukan orangnya dia, orang-orangnya di Taman Mini sudah saya tarik…. Kata Jimmy, “awas Pak, kalau orang itu ketangkap, habis dia” maksudnya hanya menggertak GL. Lalu GL menjawab, “kamu matiin aja orang itu juga ga apa-apa, tapi jujur orang itu bukan orang saya, saya sudah tarik orang-orang yang jaga Ninie di Taman Mini.” Dari status Jimmy yang keras, hanya GL yang merespon dengan menelpon Jimmy. Menurut Jimmy, ada hubungan orang yang mendatangi aku di Taman Mini dan mata-mata yang mengawasi rumah Jimmy sejak pagi tersebut. Aku pikir, kalau dia tidak melakukan tindakan apapun, kenapa dia merespon Jimmy. Menurut Jimmy, selama hidupnya dia ga pernah bermasalah sama orang, kecuali baru kasus ini.

  20. Sungguh sangat terpaksa aku mengambil jalan ini, bukan karena aku ingin memperkeruh suasana, tiada maksud lain hanya mempertahankan harga diri aku. Bukan berarti aku seorang janda lalu aku bisa diinjak-injak. Bukan berarti mereka punya uang dan kuasa lalu mereka berhak membenarkan segala tingkah laku mereka. Aku hanya menuntut keadilan.

Kategori : Politik dan Hukum, Tanggal Post : Tue, 21 Feb 2012 15:31:14 PM, Kontributor : Tim, Dibaca : 78672 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 6 ]
  • Joshua, Thu,21 nov 2019 23:27:14 pm
    Wow, amazing blog structure! How long have you ever been blogging for? you made blogging glance easy. The entire glance of your site is excellent, let alone the content!
  • Keenan, Mon,04 nov 2019 15:20:10 pm
    That is a great tip especially to those new to the blogosphere. Brief but very precise information_ Appreciate your sharing this one. A must read article!
  • Tyson, Thu,31 oct 2019 09:07:18 am
    This article will help the internet people for setting up new weblog or even a weblog from start to end.
  • Adamsburne, Mon,13 may 2019 18:34:57 pm
    Hi savings lover! What can you buy online? Yes, almost everything! So, for everything you can get a significant percentage of cashback from our service! Our regular users know that using a cashb
  • Audrea, Thu,18 apr 2019 07:29:35 am
    Thanks for your marvelous posting! I seriously enjoyed reading it, you're a great author. I will make sure to bookmark your blog and definitely will come back down the road. I want to encourage y
  • Quick loans , Sun,14 oct 2018 00:36:03 am
    bad credit loans with monthly payments bad credit loans direct lenders cash loan lenders poor credit loans
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas