top
   
 
PERLU KESEPAKATAN KELOMPOK DEMAM SELESAIKAN MASALAH ANGGOTA

Flores Timur-SI. Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta kelompok Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah (DeMAM) untuk membangun kesepakatan bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi anggota kelompok.

"Pendamping harus memfasilitas kelompok untuk membuat kesepakatan. Kalau ada anggota yang menghadapi masalah, bagaimana peran kelompok untuk membantu," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya, di Desa Watoone, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Sabtu, menjawab pertanyaan dalam pertemuan dengan para pendamping kelompok masyarakat (PKM) Desa Mandiri Anggur Merah.

Ia mencontohkan, jika ada anggota kelompok yang berusaha ternak babi atau sapi tetapi ternaknya mati, bagaimana cara kelompok memberikan bantuan agar anggota tersebut bisa membeli kembali bibit ternak untuk usaha. Ini harus disepakati bersama dalam kelompok.

Artinya, anggota kelompok bisa memberikan sumbangan atau bisa juga diambil dari iuran kelompok untuk membantu anggota.

"Semuanya itu tergantung kesepakatan kelompok, sehingga usaha setiap anggota tetap eksis dan berkembang untuk menopang ekonomi keluarga," katanya.

Gubernur juga menekankan kepada PKM untuk tidak meninggalkan desa dan lebih banyak tinggal di kota karena seorang pedamping memang harus tetap berada di desa untuk memberikan pendampingan kepada kelompok dalam membangun usaha ekonomi mereka.

Bagi PKM yang diketahui lebih banyak tinggal di kota, maka pemerintah provinsi tidak segan-segan mengambil tindakan untuk memberhentikannya.

"Masih banyak sarjana yang ingin menjadi pendamping kelompok. Kalau anda tidak ingin tinggal di desa, bisa mengundurkan diri dan diganti dengan orang lain," katanya menegaskan.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Lebu Raya juga meminta pendamping untuk terus menerus memberikan motivasi dan rasa optimis kepada kelompok masyarakat untuk berkembang.

Program Desa Mandiri Anggur Merah--Anggaran untuk rakyat menuju sejahtera--diluncurkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada HUT NTT ke-53 tanggal 20 Desember 2010.

Dalam program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk tiap desa/kelurahan sebesar Rp250 juta untuk usaha ekonomi produktif yang dimulai pada 2011.

Di setiap desa menerima dana ini juga ditempatkan satu pendamping untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam membangun usaha ekonomi produktif.

Kategori : Flores, Tanggal Post : Sat, 19 May 2012 11:23:52 AM, Kontributor : Tim, Dibaca : 2701 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas