top
   
 
PANITIA TENDER MENGAKU DITEKAN GUBERNUR

KUPANG – SI.  Panitia dalam  proses tender proyek di Rumah Sakit Umum (RSU) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku memenangkan rekanan tertentu karena "ditekan" Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Pasalnya, panitia tender ditekan melalui saudara kandung Gubernur atas nama Selly Tokan.

Hal ini disampaikan, Direktur CV. Enkurio Indah, Ir. Karel Yani Mboeik di Kupang, Menurut Yani Mboeik, kalau terbongkarnya mafia proyek yang dimainkan Gubernur bermula dari pihaknya bersama rekanan yang lain berkomunikasi dengan panitia tender tentang apa alasannya sehingga rekanan yang melakukan penawaran tertinggi yang ditetapkan panitia sebagai pemenang tender.

Padahal, semestinya rekanan yang melakukan penawaran terrendah yang harus ditetapkan sebagai pemenang. Yani mengemukakan, jawaban ketua panitia Aris L. Mandala menyampaikan, pihaknya memenangkan rekanan yang melakukan penawaran tertinggi karena ditekan Gubernur NTT melalui saudaranya bernama Selly Tokan. 

“Kelas Gubernur bisa ingin dapat proyek yang kecil-kecil juga. Dari proyek yang kecil sampai yang besar Gubernur sikat semua,” tegas Yani.

Yani menegaskan, pemenang tender proyek di daerah ini adalah orang-orang suruhan atau dekat Gubernur NTT. Karena ada kepentingan Gubernur maka proses tender selalu ada penyimpangan. Dikatakan, berbagi alasan yang dimainkan panitia tender dengan tujuan memenangkan rekanan tertentu. Buktinya, berkas adminsitrasi penawaran beberapa rekanan dicopot panita dan dinyatakan hilang.

Yani juga mengatakan, ketua panitia tender Aris L. Mandala seteleh menyebutkan nama Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sebagai biang keladinya maka ia mengajak teman-teman rekanan menemui Gubernur. Para rekanan pimpinan Yani Mobeik tidak diizinkan untuk menemui Gubernur dengan alasan sedang menerima tamu yang lain.

Para rekanan hanya dizinkan untuk bertemu Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay. “Saya sudah SMS Gubernur tapi dia tidak berani balas,” tantang Yani Mboeik.

Selain itu, Direktur CV. Jaya Pratama, Inyo Anggrek melalui pesan singkatnya kepada media ini membeberkan banyak persoalan. Inyo merasa aneh karena pada surat pernyataan minat dan data kualifikasi terhadap surat berkop perusahaan digugurkan administrasi.

Sedangkan menurut panitia, tanpa kop perusahaan. Padahal legitimasi hukum justru penawaran terhadap surat yang dibuat harus berkop perusahaan.

“Bukan berkop perusahaan, dan ada yang tidak berkop perusahaan sebagai pancingan panitia yang mengada-ada,” demikian ditulis Inyo Anggrek dalam pesan singkat yang diterima media ini.

Inyo menjelaskan, dirinya mengikuti proses tender pada paket pekerjaan Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih dengan nilai penawaran Rp 559.316.500. Sedangkan pemenangnya adalah CV. Fajar Mas Murni dengan nilai penawaran tertinggi yakni Rp 662.920.000. Selisih harga penawaran merugikan negara sebesar Rp 103.603.500.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Ir Esthon Foenay kepada media ini mengatakan, ia menyarakan kepada para rekanan agar melakukan sanggahan tertulis dan disampaikan  kepada Inspektorat.

“Tujuan sanggahan itu untuk dilakukan pemeriksaan terhadap panitia tender. Karena panitia tender dipanggil tapi tidak datang,” kata Esthon. Dtempat lain Alex Frans SH, ketika dimintai pendapatnya mengatakan kalau memang persoalannya demikian, maka hal ini dapat di bawah ke dalam rana hukum dengan pasal tindak pidana korupsi, lebih rinci menurut Alex dalam tindak pidana korupsi sudah jelas  menyalah gunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan bekerja sama dalam hal ini, dan juga dapat merugikan keuangan Negara, maka dalam pasal yang sudah jelas di kenakan dalam pasal3 Undang-Undang No.31 Tahun 1999, pertama kali termuat dalam pasal (1) huruf b Undang-Undang No.3 Tahun 1971 karena menurut Alex pasal ini paling banyak di gunakan untuk memidana koruptor, Alex yang sehari hari berpraktek sebagai pengacar pada pengadilan negeri Kupang ini, lebih lanjut menyimpulkan bahwa perbuatan yang termasuk dalam kategori korupsi dalam pasal ini, unsurnya sangat jelas yaitu, setiap orang, dengan tujuan menguntungkan diri sendiriatau orang lain atau suatu korporasi, menyalah gunakan kewenangan kesempatan atau sarana, yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. Ditambahkannya bisa juga dilapis dengan rumusan pasal 12 huruf  I Undang – Undang No.20 Tahun 2001 berasal dari pasal 435 KUHP yang dirujuk dalam pasal 1 ayat (1) huruf c Undang – Undang No.3  Tahun 1971 dan pasal 12 Undang – Undang No.31 Tahun 1999 sebagai tindak pidana korupsi kemudian dirumuskan ulang pada Undang-Undang No.20   Tahun 2001. Lebih jauh Alex mengingatkan bahwa dalam pasal tersebut ancaman hukuman sudah sangat jelas dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun atau paling lama 20 tahun, dengan disertai denda paling sedikit Rp.200.000.000.00(dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.1000.000.000(satu miliar rupiah). (HERRY.B).

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Mon, 05 Jul 2010 18:59:18 PM, Kontributor : Herry.B, Dibaca : 2084 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 4 ]
  • Iksannazir, drs, sh, Thu,28 apr 2011 23:18:54 pm
    Kantor Pusat : Flamboyan I Jln. Kenari No: 17 Rt. 4 Kel. Kb. Kenanga Kota Bengkulu PP No: 68 Tahun 1999 Ttg Peran Serta Masy. Dalam Penyelenggaraan Negara Yang Beb
  • Tanthi, Tue,13 jul 2010 16:04:20 pm
    nahhh...ini baru berita....beratas tu kkn sampai ke akar2nya....tugasnya wartawan tuk mengorek semua kebobrokan itu...bravo surya inside
  • Ans netu, st, Wed,07 jul 2010 19:01:33 pm
    Mantap..........!!!! Kalo Perlu Di pantau terus kinerja Aparat Provinsi, Kab, dan Kota Di NTT...
  • Brantas kkn, Tue,06 jul 2010 00:56:09 am
    bravo bung surya inside.....usut sampai tuntas kkn tender di ntt. Laporkan segera ke KPPU (www.kppu.co.id); Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat 10120 DKI Jak
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas