top
   
 
PLN DIAMUK MASA GARA-GARA PEMBUKAAN PIALA DUNIA

ATAMBUA – SI. Gara-gara pembukaan bola kaki piala dunia 2010 PLN ranting Atambua Provinsi Nusa Tenggara Timur, diamuk masa karena terjadi pemadaman listrik secara menyeluruh,saat masyarakat keasikan nonton upacara pembukaan piala dunia antara Afrika Selatan melawan Mexiko.

Pemadaman listrik  yang tidak disengaja oleh pihak PLN itu,akhirnya membuat masa berdatangan ke kantor PLN ranting Atambua dengan membawah pentungan,batu dan benda-benda tajam lainnya.Ada yang sempat berteriak “bakar saja,ada juga yang berteriak hancurkan dan lempar kaca dan gedungnya.

Masapun sempat berhamburan masuk ke dalam halaman Kantor PLN ranting cabang Atambua seperti yang disaksikan oleh media ini pada saat kejadian itu,dan ada yang sempat melempar gedung Kantor PLN itu dengan batu,ada yang mencari petugas untuk dihajar,namun karena halaman Kantor PLN juga sempat gelap beberapa menit ketika masa masuk,akhirnya masapun merasa was-was untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Selang beberapa saat kemudian listrikpun kembali menyala dan akhirnya masa yang semakin banyak berdatangan akhirnya masing-masing kembali membubarkan diri dengan tenang tanpa ada pihak keamanan.

Salah satu security PLN ranting Atambua,Emanuel Rae yang sempat ditemui media ini setelah masa membubarkan diri dengan tenang  di halaman Kantor PLN menjelaskan bahwa dirinya sangat kaget ketika masa berdatangan dengan berteriak bakar dan hancurkan saja,lalu saya keluar lihat ternyata begitu banyaknya orang yang dating menujuh arah PLN.

“Saya kaget karena listrik mati jadi halaman kantorpun pada gelap,kita mau lihat yang mana untuk menjelaskan kepada mereka,akhirnya sayapun menhindar masuk ke dalam ruang mesin untuk berlindung,setelah situasi agak tenang baru saya keluar menjelaskan bahwa listrik mati bukan dengan sengaja tapi ada terjadi kebakaran di salah satu gardu sehingga terjadi pemadaman ini.jelas Emanuel.

Tepatnya pukul 21.45 wita tim Buser dari Polrespun tiba dibawah pimpinan Ipda.C.M.Cadavares,namun situasi sudah aman dan terkendali karena masa sudah tidak ada karena setelah sempat ricuh masa dengan tenang masing membubarkan diri tanpa ada pihak keamanan,namun tampak terlihat para petugas PLN ranting Atambua tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,was-was jangan sampai terjadi amukan masa berikutnya apabila pemadaman itu terjadi lagi.

Sementara Kepala PLN ranting Atambua Didakus Tupen Beko ketika dikomfirmasi media ini , menjelaskan bahwa terjadinya pemadaman listrik pada malam pembukaan piala dunia itu akibat adanya gangguan teknis yang terjadi di gardu 13 pada pertigaan cabang PU jurusan Haliwen karena ada kabel yang saling bersentuhan pada saat beban puncak naik.

“Saya akhirnya dapat telepon dari petugas PLN yang berjaga pada malam itu bahwa ada masa mendatangi PLN untuk demo,akhirnya saya berusaha baggaimana caranya pemadaman itu cepat ditanggulangi agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,lalu saya perintah untuk menyisir beberapa gardu untuk mengecek letak gangguan yang terjadi itu di lokasi mana,ternyata kita cek in ricek ternyata ada gangguan pada gardu 13 di jurusan Tenu bot pas pertigaan cabang PU jurusan Haliwen,dan akhirnya semua itu kita atasi sekira kurang lebih lima belas menit listrik kembali normal,tuturnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa jumlah pelanggan PLN mulai dari Kecamatan Kota Atambua,Atambua Barat,Atambua Selatan,Kakuluk mesak,Tasbar dan Tastim totalnya 8.972  sementara mulai pukul 19.00 – 22.00 beban puncak naik menjadi 4.200 Kw,dan daya mampu mesin hanya 3.950 Kw,gabungan dari 11 mesin PLN yang ada sekarang baik itu mesin PLN sendiri, maupun mesin Rental,berarti kita masih punya kekurangan daya sekira 250 Kw saat beban puncak naik,tandasnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat pelanggan PLN Ranting Atambua agar selama Piala Dunia berlangsung agar dapat mengurangi atau mematikan dua mata lampu dan alat-alat elektronik lainnya di tiap-tiap rumah pelanggan mulai dari pukul 17.00 – pukul 22.00 wita, sehingga tidak terjadi pemadaman bergilir selama piala dunia berlangsung dan lampu-lampu penerangan dijalan dimatikan sementara sehingga tidak mungkin listrik mati karena saat itu beban puncak akan menurun dan 11 mesin yang beroperasi semuanya akan terpakai dan sudah pasti tidak akan mengalami gangguan.himbaunya.

Oleh karena itu dirinya mengucapkan trimakasih kepada para pelanggan PLN Ranting Atambua atas penghargaan untuk mematikan dua titik lampu saat piala dunia berlangsung sehingga saat ini listrik tidak mengalami gangguan,ucapnya.(anis ikun).

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Mon, 05 Jul 2010 19:05:25 PM, Kontributor : anis ikun, Dibaca : 1846 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas