top
   
 
POLDA NTT BEKUK 3 TERSANGKA PEMBUNUH NURDIN
Terkait kamatian Nurdin Bin Yusuf

MAUMERE- SI. Polisi Daerah (POLDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) meringkuk 3 orang tersangka yang di duga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan Nurdin Devyanto yaitu Martinus Noeng alias Rico, Anjelo dan Fani waiters belangbeach Maumere, ketiga tersangka di bekuk oleh Tim POLDA NTT di tempat yang berbeda yaitu Fani dibekuk oleh Tim POLDA NTT di salah satu tempat di wilayah kabupaten Ende, sedangkan yang lainnya di wilayah kabupaten Sikka demikian dikatakan Nyoman Rae, SH.MHkepada wartawan di Bandar Udara Waioti “Tim POLDA NTT selama 10 hari di Maumere telah berhasil mngungkap kebenaran sesungguhnya kasus kematian Nurdin Devyanto adalah karena penganiyaan dan pembunuhan berencana  oleh saudara Rico cs, dibuktikan dengan tersabgka yang di tahan dan siang ini akan di terbangkan ke kupang guna penyelidikan lebih lanjut,” tegas Nyoman Rae, SH.MH.

Ketua Tim Polda NTT Kompol Darius Riwu, yang di damping Kompol, Buang Sine dan Kompol, Marsel Hale kepada wartawan mengatakan, “Kami tangkap setelah kami punya bukti kuat, dan lagi Anjelo sudah mengakui kalau dirinya turut serta dalam kejadian tersebut, oleh karena itu hari ini kami bawa kekupang guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kompol Darius.

Menurut informasi yang dihimpun Surya Inside tersangka Fani yang di bekuk di Ende bersama tersangka lainnya sebelum diberangkatkan ke kupang dititipkan di Mako Brimob kewapante.

Kasus kematian Nurdin Devyanto  Bin Yusuf, yang disimpulkan oleh penyidik Polres Sikka sebagai akibat kecelakaan lalulintas murni yang terjadi pada rabu, 16/03/2009.- akhirnya menuai protes dari pihak keluarga, yang menempuh jalur hukum dengan berusaha menghadirkan saksi kunci yaitu Markus wara, tetapi dari keterangan saksi kuncipun pihak Polres Sikka tetap menyimpulkan peristiwa itu sebagai kecelakaan murni, sehingga keluarga dan kuasa hukumnya menghadirkan Ahli Forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr. Mun’im Idris guna melakukan Autopsi setelah mendapatkan hasil otopsi Kapolres Sikka Drs. Agus Suryatno yang di damping Wakapolres KOMPOL. Eko Wagijanto dan KASAT RESKRIM POLRES Sikka menggelar konfrensi pers di ruang kerjanya pada selasa (27/04/2010) mengatakan bahwa,” dari hasil penyelidikan kepolisian mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan hasil visum repertum tentang sebab-sebab kematian Nurdin bin Yusuf, maka pihak kepolisian menyimpulkan bahwa Nurdin meninggal murni kecelakaan tunggal,” jelas Suryatno.

Sebelumnya Nurdin ditemukan tergeletak tak bernyawa di bawah jembatan wailiti, oleh warga wailiti kelurahan wailiti kecamatan Alok Barat kabupaten sikka pada rabu,16/03/2009.- akhirnya, keluarga membuat laporan pidana ke polisi berdasarkan adanya kejanggalan pada tubuh korban dan puluhan petunjuk awal yang mengindikasikan almarhum Nurdin bin Yusuf meninggal tak wajar, tanggal 16/06/ 2009 lalu di jembatan wailiti maumere. Menurut keluarga beberapa kejanggalan, di antaranya kepala bagian belakang kanan korban memar dan lembek akibat benturan benda keras, ada bekas benturan di dagu, mata sebelah kanan berair terdapat bekas tindihan jari tangan hingga terbenam ke dalam.

Kapolres Sikka AKBP. Drs. Agus Suryatno yang dihubungi Surya Inside pada (29/06) via telpon selulernya mengatakan bahwa itu adalah urusan POLDA sedangkan urusan Polres sudah selesai ketika kita menyimpulkan bahwa kematian Nurdin Murni lakalantas tunggal,” kata Suryatno(NUS)

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Mon, 05 Jul 2010 19:07:21 PM, Kontributor : nus, Dibaca : 2374 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas