top
   
 
PENGACARA DIDUGA MENIPU H.P TITIPAN DARI HONGKONG

Sebut saja namanya Ahmad Iswahyanto, pengacara asal Malang yang berdomisili di Jl. Siberut No. 39 Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Diduga menipu barang titipan berupa Hand Phone dari Hongkong, menurut pemilik barang yg sempat di konfirmasi mengatakan, "Waktu aku antar barang ada saksi mata mas, pengacara itu datang di Hongkong (05/11), saya titip barang tanggal 13 terus dia pulang ke Indonesia kemarin (23/11).

Ketika sore hari masku (Kakak dari korban) saat mau ambil titipan dia (Pengacara tersebut-Red) mengatakan tidak ada titipan dari aku (korban-red), Masih menurut korban "si Ahmad aku telepon membenarkan barang tersebut tidak ada. Tutur korban selanjutnya "aku percaya sama dia karena dia juga lawyerku mas.

Ketika di desak pada korban, Ahmad pengacaranya dalam perkara apa, dengan jujur korban mengatakan urusan perceraian, tapi korban dengan mengeluh mengatakan "urusanku belum selesai lho mas, lewat pengacara gak kelar-kelar", Ketika di tanya berapa biaya yang di minta pengacara tersebut, menurut korban, "sudah transfer Rp.3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)  dan masih kurang setengahnya. Masih menurut korban "ya itulah mas, dia (pengacara-red) minta ke TKW(Tenaga Kerja Wanita) di Hongkong rata-rata segitu, temanku diminta 7 juta, dengan alasannya gak punya buku nikah, harus diurus duplikat di KUA".

Lebih lanjut korban mengatakan "hidup di negara orang bukan punya tabungan malah punya utang". Lebih lanjut dengan lirih korban mengatakan "sudah jatuh tertimpa tangga pula, ya HPnya tidak mahal sih mas, cuma HP produk china tapi mbok ya o jujur dong", katanya.

Informasi ini ketika di konforontir lewat mobille dengan nomor buntut 5104, pada pengacara tersebut, Ahmad Iswahyanto dengan angkuhnya menjawab lewat sms dengan kata-kata (masih ada pada redaksi) "Kalau anda benar orang hukum silahkan buktikan, lagian kalo cuma HP paling nilainya tidak ada 10 juta, trus ada hal apa kamu urus masalah ini, apa kompetensinyamu.

Selanjutnya kalau mau urus secara resmi tolong lengkapi dengan legal formalnya" Menyangkut persoalan tersebut dari redaksi mengkonfirmasi saksi mata dan menurut saksi yg melihat penyerahan barang tersebut menyebutkan barang itu juga terekam pada layar monitor di bandara dan bisa di cek, kata saksi mata (nama saksi ada pada redaksi).

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Sat, 27 Nov 2010 23:16:12 PM, Kontributor : Herry.F.F.Battileo, Dibaca : 2412 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas