top
   
 
RIBUAN MASYARAKAT DEMO BUPATI LEMBATA TERKAIT TERIMA DANA 1,7 M DARI PT MERUKH

SI-Lembata, Ribuan masyarakat sekecamatan Lebatukan  mendatangai kantor Bupati  dan dewan perwakilan rakyat Lembata. Mereka adalah aliansi masyarakat Kedang bersatu, Forum Komunikasi lintas desa pesisir, dan Forum petani Leragere serta dari komisi keadilan dan perdamaian SVD ( JPIC ).Mereka  melakukan demonstrasi untuk menolak kebijakan pemerintah tentang pertambangan. Mereka mendesak agar Bupati Lembata dan DPR menghentikan rencana untuk lokasi pertambangan di desa mereka.  Dalam orasinya Pater Vande Raring SVD menyatakan bahwa Bupati Lembata telah menerima dana dari  PT. Merukh sebesar 1,7 miliar. Sehingga antara Bupati Lembata dan PT, Meruk  sangat akrab sekali  dan terlanjur mesra ibarat tidur bersama sebelum menikah kata Pater Vande.  

Dua orang yang mewakili komisi keadilan dan perdamaian ( JPIC) SVD  adalah Pater Vande Raring SVD dan Pater Markus Tulu SVD. Pater Vande  menegaskan bahwa Pemerintah kabupaten Lembata telah memasukan pasal-pasal maut yang kalau di terima akan menjadi ancaman hidup untuk masayarakat Lembata ke depan.. Kemauan keras Bupati Drs Andreas Duli Manuk telah mengantar lembata pada jurang yang mematikan katanya. Paulus Doli dalam orasinya mengecam secara keras kepada anggota Dewan perwakilan rakyat bahwa cukupkanlah dirimu dengan gaji yang ada, karena tanah itu adalah milik rakyat dan hormatilah hak rakyat.

Ketua DPR Lembata Yohanes De Rosari SE, menyampaikan Bahwa segala kebijakan pemerintah  yang berhubungan dengan  rencana tata ruang wilayah (RTRW)  tidak bisa  di laksanakan jika hal itu bertentangan dengan kepentingan umum serta tidak bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Menyangkut peraturan pemerintah nomor 16 tahun 2010 tentang penyelenggaraan tata ruang wilayah maka hal yang perlu di lakukan adalah melalui penjaringan aspirasi publik, diskusi publik dan mendengar aspirasi rakyat.  

Dalam pernyataan sikapnya yang di sampaikan kepada anggota dewan  massa aksi menuntut yakni Tolak tambang adalah harga mati, menolak segala bentuk sosialisasi terkait dengan tambang, Perda rencana tata ruang wilayah telah membuka ruang untuk pertambangan maka harus di hapuskan, dan perlunya membentuk lembaga masyarakat adat. Maka hanya satu kata lawan atau mati di tindas. Wakil ketua DPR menyatakan  bahwa selama ini rencana tata ruang wilayah belum di tetapkan karena masih ada pro dan kontra di lembaga dewan.

Karena itu perda rencana tata ruang wilayah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Menurut wakil ketua DPR Yosep Meran Lagoor dari partai demokrat bahwa ia merasa senang dengan kehadiran mereka di DPR sehingga DPR perlu mempertimbangkan kembali perda ini. Secara pribadi saya menyatakan bahwa saya tolak tamabang, namun secara lembaga di dewan kami harus samakan persepsi. Aspirasi rakyat sangat penting karena kami dari rakyat dan di angkat oleh rakyat untuk duduk di lembaga Dewan yang terhormat ini. Setelah itu massa aksi mnuju kantor Bupati Lembata,Disana terjadi baku tolak antara polisi dan massa aksi  karena mereka ingin agar Bupati bisa bertemu dengan masyarakat dan menyamapaikan sikapnya soal tambang. Namun sayangnya tuntutan mereka tidak terpenuhi karena  Bupati Lembata Andreas Duli Manuk tidak keluar dari ruangannya.  Sehingga terjadilah negosiasi antara masa dangan Kapolres Lembata.

 Kapolres Lembata Bapak Martin Yohanes  dalam penyampaian tertulis menyatakan bahwa Bupati sendiri  juga Tolak tambang.  Namun massa aksi  menginginkan agar Bupati sendiri yang menyampaikan kepada mereka apakah dia Tolak tambang atau tidak. Akhirnya massa aksi harus menunggu Bupati sampai malam. Maka terjadi negosiasi yang panjang.

Namun Bapak Bupati meminta bahwa cukup 20 orang yang bertemu Bupati namun massa aksi tidak menerimanya. Akhirnya terpaksa mereka pulang dan berjanji akan turun masa yang lebih banyak lagi jika Bupati atau DPR menyetujui serta mensahkan pembangunan pertambangan di kabupaten Lembata.(Vinsen patno).

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Mon, 13 Dec 2010 16:42:46 PM, Kontributor : Vinsen patno, Dibaca : 2248 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas