top
   
 
MELAWAN SKENARIO MAKAR : TRAGEDI 8 PAMEN POLRI DI BALIK KEJATUHAN PRESIDEN GUS DUR 2001

Jakarta, SI.

Menurut purnawirawan  Kombes Pol. Drs Alfons LoeMau SH,M.Si,M.Bus,

Dalam BUKU “Melawan Skenario Makar : Tragedi 8 Pamen Polri Di Balik Kejatuhan Presiden Gus Dur” yang kini sedang anda baca sebagian besar berasal dari catatan – catatan kecil yang terlewatkan. Sebuah kisah yang nyaris berlalu begitu saja, di balik hiruk – pikuk politik kejatuhan Presiden KH, Abdurrahman Wahid, pada akhir Juli 2001 lalu. Sebuah peristiwa di balik “pertarungan” antara seorang presiden dengan sejumlah elite politik yang menyeret petinggi – petinggi kepolisian dan sejumlah perwiranya.

Kejatuhan Presiden Aburrahman Wahid pada akhir Juli 2001, sudah tentu menarik menjadi kajian tersendiri dalam sejarah politik modern Indonesia. Ibarat sebuah drama, buku yang and abaca sekarang ini hanyalah sepenggal episode, lantaran teramat banyak diaspora dalam sosok Alm. Mantan Presiden Gus Dur. Kisah pertentangan di dalam tubuh Polri, terkait dualisme kepemimpinan Polri antara Jenderal Pol. Drs. Surojo Bimantoro dengan Jenderal Pol. Drs. Chaeruddin Ismail telah yang menyeret – nyeret delapan perwira menengah Mabes Polri dalam pusaran pertarungan politik kekuasaan. Inilah kali pertama dalam sejarah republik, pergantian Kapolri berujung pada terjungkalnya seorang presiden.

Bagi para pelakunya, situasi sembilan tahun silam cukup dramatis. Orang Perancis punya istilah histoire repete (sejarah selalu berulang). Kejadian kekinian yang melanda petinggi  kepolisian, dalam situasi yang berbeda   seakan memutar balik rekaman sembilan tahun silam. Semoga buku ini memperkaya referensi bagi peminat studi politik   dan sejarah Indonesia. Para pemerhati kepolisian dan di lingkungan polisi sendiri agar terus belajar bersama masyarakatnya menjadi polisi sipil yan lebih baik dan    yang di cintai oleh publik.

Menurut Alfons, Buku ini juga di tujukan sebagai penghormatan atas jasa – jasa mendiang mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid yang belum genap 40 hari wafatnya beliau, masih menurut Alfons,  bagian dari demokrasi di Indonesia dan juga sebagian dari perjuangan melawan penyakit pelupa, sehingga sebagai generasi muda tidak akan pernah melupkan kejadian-kejadian besar dan yang sangat bersejarah dalam kehidupan berbangsa. Purn. Kombes Pol. Drs.Alfons LoeMau SH,Msi,Mbus sedikit berfalsafah, “Jangan pernah mengeluh atas apapun yang terjadi dari satu keputusan yang telah diambil jika diyakini keputusan itu memang benar.”

Alfons LoeMau dilahirkan di Atambua, perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste. Masa kecilnya hidup dalam situasi   yang mencekam. Operasi Anti Komunis oleh militer di tanah kelahirannya begitu membekas di masa kanak – kanaknya. Banyak tetangga kanan – kiri yang tidak jelas keterlibatannya pada partai terlarang kemudian ditemukan tewas tanpa kepala.

Bahkan ayah Alfons  sendiri pernah diculik oleh militer saat itu. Penculikan itu terkait d