top
   
 
Pemerintah NTT Tambah Bantuan Untuk Korban Rokatenda

Kupang-SI. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menambah bantuan logisltik serta bantuan sosial lainnya bagi warga korban letusan Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Flores.

"Bantuan itu berupa beras lima ton, pakain layak pakai, makanan siap saji serta bantuan lainnya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Frans Salem di Kupang, Senin.

Dia mengatakan hal itu menjawab tindaklanjut pemerintah dalam penanganan cepat korban letusan gunung Rokatenda di Palue yang menyemburkan abu vulkanik panas pada Sabtu (10/08) sekitar pukul 04.00 WITA.

Menurut Frans Salem, tambahan logistik serta bantuan kemanusiaan itu akan langsung diserahkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya yang akan mengunjungi Pulau Palue bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah pada Selasa (13/8) besok.

"Pag Gubernur akan menggunakan helikopter milik TNI AD ke Palue besok," kata Frans Salem.

Menurut Frans Salem, penyerahan bantuan itu akan dilakukan untuk warga yang masih bertahan di Pulau Palue yang enggan untuk dievakuasi ke Kota Maumere ibu kota Kabupaten Sikka dan sejumlah daerah aman lainnya.

Hal ini kata dia, untuk memenuhi sejumlah kesulitan warga korban letusan yang masih bertahan di rumah-rumah di daerah itu. "Ini bantuan tanggap darurat, selain juga akan diberikan kepada para pengungsi yang saat ini sudah di luar daerah berbahaya itu," kata mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Dia mengatakan, hingga kini laporan yang diperoleh, semua bantuan masih dalam kondisi cukup dan bisa dimanfaatkan oleh warga pengungsi maupun warga yang masih bertahan di Pulau Palue tersebut.

Untuk stok obat-obatan, Frans Salem mengaku masih sangat tersedia. Semua kebutuhan warga termasuk obat-obatan sangat tersedia, dan saat ini sedang berada di posko masing-masing, baik di daerah tempat pengungsian maupun di pulau Palue.

Terkait korban, Frans Salem mengaku, hingga kini tercatat lima orang dengan tiga orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal. Sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.

"Koraban yang hilang masih terus dicari oleh petugas di pulau tersebut. Kita belum tahu sampai kapan waktu pencarian itu berkahir," katanya.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tini Tadeus mengatakan, warga yang bermukim di 'zona merah' sudah diungsikan ke kota Maumere setelah dibujuk oleh pemerintah setempat.

Menurut dia, ada sekitar empat desa yang menjadi zona berbahaya dari bencana letusan tersebut, antara lain, Desa Tuanggeo, Rokirole dan Desa Nitunglea. "Semua warganya sudah dievakuasi ke Maumere dan ditempatkan di sejumlah lokasi pengungsian," katanya.

Terhadap kekuatan logisttik, Tini Tadeus mengaku sangat tersedia, dan terus dilakukan pemantauan untuk penambahan. "Kita terus pantau kondisi logistik, terutama makan siap saji dan obat-obatan agar masyarakat tidak kelaparan dan sakit," katanya.

Kategori : Flores, Tanggal Post : Tue, 13 Aug 2013 02:40:17 AM, Kontributor : Tim, Dibaca : 1186 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas