top
   
 
Diduga Stres Ayah Walfrida Soik Meninggal Mendadak

Atambua-SI.  Rikardus Mauk, ayah kandung Walfrida Soik TKW yang tersandung hukuman mati di negara Malaysia meninggal mendadak, Minggu (6/10) dini hari sekira pukul 03.00 Wita di rumahnya,  Dusun Koloulun, Desa Faturika,  Kecamatan Raimanuk,  Kabupaten Belu, NTT. Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, Rikardus Mauk, ayah Walfrida itu meninggal dunia karena diduga stres dengan nasib anaknya yang akan dihukum mati di Malaysia. Sementara informasi lainnya mengatakan kematian pria paruh baya itu akibat terjatuh dilantai rumahnya. Kepala Desa Faturika, Benyamin Moruk ketika dikonfirmasi surya inside via telepon seluler membenarkan, Rikardus Mauk ayah kandung Walfrida Soik telah meninggal pukul 03.00 Wita dini hari dirumahnya. “Saya dapat laporan dari warga meninggal hampir pagi, saya sampai dia sudah dibaringkan di tempat tidur tapi wajahnya masih cerah,” ungkap Moruk. Menurut Kades, kematian Rikardus Mauk itu tidak diketahui apa penyebabnya karena karena korban selama ini tidak pernah mengalami sakit berat. Sementara waktu berada di Malaysia korban sehat-sehat selalu. Justru yang sedang mengalami kondisi sakit merupakan ibunya Walfrida. “Yang sakit-sakit itu Mamanya Walfrida, kalau Bapaknya sehat-sehat saja,” ucap Moruk singkat. Dijelaskan, hari kemarin dia bersama kedua orang tua Walfrida baru tiba di kampung diantar oleh Dinas Nakertrnas menggunakan kendaraan, setelah kembali dari Malaysia pergi mengikuti sidangnya. Malam itu kedua orang tua berkumpul duduk bersama keluarga besar Walfrida. “Saya tanya mereka, tadi malam ada duduk-duduk dengan keluarga. Ayah korban sempat keluar ke depan rumah disudut tiris rumah alang-alang itu, ia jatuh, setelah itu diangkat ke tempat tidur tapi tidak lama langsung meninggal,” kisah dia. Lanjut Moruk, saat ditanyai pada keluarga korban meninggal karena apa dan bagaimana, tapi tidak ada satupun keluarga yang memberitahukannya. Ketidakjelasan kematian itu membuat di sebagai kepala wilayah, langsung melaporkan ke pihak Pemerintah Kabupaten untuk diketahui dan juga ke pihak Kepolisian Polsek setempat. “Meninggal karena apa tidak ada yang tahu, mereka hanya bilang dia jatuh. Karena itu saya langsung lapor ke pihak Polsek setempat sesuai dengan saran Pak Wabup Belu, biar Polisi tangani sebentar karena kematiannya mendadak sekali,” urai dia. Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Belu, Arnold Bria Seo mengemukakan benar kalau Rikardus Mauk ayah Walfrida telah meninggal jam 03.00 Wita dini hari di rumahnya. Korban diketahui selama ini di negara Malaysia saat menemui anaknya sehat selalu. “Saya dapat beritanya dari Kades kalau ayah Walfrida sudah meninggal. Saya kaget karena selama ini yang sering sakit Mamanya, tapi kok malah yang meninggal malah Bapaknya,” ujar Bria.(TIM)

Kategori : Atambua, Tanggal Post : Fri, 15 Nov 2013 14:15:03 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1064 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas