top
   
 
Akper Belu Gelar Seminar HIV dan AIDS, Sediakan Kursi Terdepan Bagi OTDA

Atambua-SI. Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten se-NTT, yang menjadi Kabupaten urutan pertama jumlah penderita HIV dan AIDS terbanyak.Akademi Keperawatan (Akper) Kabupaten Belu, bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Belu, Dinas Kesehatan dan PPNI, menggelar kegiatan seminar HIV dan AIDS sehari di Aula Balai Nasaret, Gereja Katedral Atambua, Sabtu (16/11).

Direktur Akper Belu, Julius Tes dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penyakit HIV dan AIDS merupakan salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Sangat berbahaya apabila tidak diambil langkah untuk mengantisipasi atau mencegah penyakit tersebut. “Penyakit ini sangat berbaya dan tidak mengenal usia. Karena itu sangat penting untuk melakukan sosialisai terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Tes, kegiatan yang dilakukan pihak Akper dan beberapa pihak terkait hari ini merupakan tahun yang kedua dan tahun sebelumnya telah dilakukan. Kedepannya kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutinitas dalam setiap tahun, karena dengan kegiatan ini dapat disosialisasikan penyakit HIV dan AIDS bagi masyarakat kabupaten Belu.“Tujuan dari kegiatan ini kita mensosialisasikan bahaya penyakit mematikan itu dan penyakit infeksi menular seks,” tutur dia.

Dijelaskan bahwa, selain melakukan sosialisasi penyakit tersebut tujuan lain dari kegiatan tersebut yakni, memperingati hari Kesehatan nasioonal yang jatuh pada tanggal 12 November lalu dan menyongsong hari AIDS sedunia tanggal 1 Desember mendatang.

Sementara itu bagi Orang Dengan Aids (Odha) kata Tes, harus disediakan kursi terdepan dalam artian bahwa, para odha harus mendapat perhatian yang serius dalam pelayanan juga keberlangsungan hidup mereka di tangah lingkungan masyarakat. Pasalnya selama ini para odha selalu didiskriminasi karena teridentifikasi penyakit tersebut. “Kita inginkan supaya ini tidak  jadi diskriminasi bagi odha, karena mereka juga punya hak untuk hidup di dunia,” papar dia.

Lewat momen ini diharapkan agar, para mahasiswa serta unsur eleman terkait lainnya bisa mensosialisasikan penyakit ini, soal dampaknya seperti apa. Selain itu bisa langsung bertemu dengan  masyarakat yang diduga telah terinfeksi, karena pemberitahuan dengan bersentuhan tidak akan menularkan penyakit HIV/AIDS.   

Hadir dalam kegiatan tersebut para narasumber yakni, Ketua KPA Belu Yosef Fx. Un, Bagian Hukum Setda Belu Rosalina Yani Lao, Dinas Kesehatan Oktovianus Laku, Dokter Medis Farid Irwanto dan rohaniwan Romo Heri Fernandes. Selain itu turut hadir undangan dari pihak Kepolisian, TNI, Mahasiswa Akper tingkat III, tokoh masyarakat, tokoh agama, OMK, Remas, organisasi umum, serta dinas atau insatansi terkait lainnya.(TIM)

Kategori : Atambua, Tanggal Post : Sun, 17 Nov 2013 21:55:37 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1120 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas