top
   
 
Bupati Ray : Kesehatan Menjadi Prioritas

Kefamenanu – SI. Hidup Sehat harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan desa secara umum. Lingkungan yang tidak sehat membawa dampak kepada pola pikir, pola tindak dan pola sikap tidak sehat, dan manusia tidak terlepas dari penyakit. Penyakit yang dialami oleh manusia sangat erat hubungannya dengan pola hidup bersih dan sehat, pola makan, dalam konteks pemeliharaan kesehatan secara umum. Untuk itu mari kita  berlomba-lomba menjaga dan meningkatkan kesehatan kita masing-masing.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, S.Pt melalui Kepala Bagian Hubungan Kemasyarakatan ( kabag Humas ) setda TTU, Drs. Bonefasius Ola Kian, dalam  berbabagai tugas pekerjaan dan pengabdian, terutama dalam Pekerjaan Pembangunan 2 Unit Gedung Puskesmas KIA baru, yakni Puskesmas KIA Wini dan Lurasik,  Bantuan AUSAID,  sehingga dapat selesai pada waktunya dan dapat diresmikan untuk digunakan.    Melalui bantuan Ausaid,  kita terus diberi kesempatan untuk peduli dengan Kesehatan khususnya Kesehatan Ibu dan Anak di daerah ini, dan pelayanan kesehatan pada umumnya menuju terciptanya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten TTU.

Peningkatan status kesehatan masyarakat dapat dicapai melalui berbagai cara, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pelayanan kesehatan yang baik dan benar. Kebijakan pelayanan kesehatan yang tepat ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten TTU yakni upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi balita. Kebijakan kesehatan memiliki peran strategis dalam pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan. Kebijakan kesehatan juga berperan sebagai panduan bagi semua unsur masyarakat dalam bertindak dan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan. Melalui perancangan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan yang benar, diharapkan mampu mengendalikan dan memperkuat peran stakeholders guna menjamin kontribusi secara maksimal, menggali sumber daya potensial, serta menghilangkan penghalang pelaksanaan pembangunan kesehatan.

Hubungan kerjasama yang baik dalam Program kemitraan Australia-Indonesia untuk Penanganan kesehatan ibu dan anak (AIPMNH) manakala telah mendukung Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya penurunan angka kematian ibu dan anak di daerah  Hal ini terbukti dengan pola intervensi program AIPMNH terhadap hal dimaksud antara lain; pertama, program peningkatan kualitas klinis dan partisipasi masyarakat, peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, berupa program sister Hospital, BLUD RSUD Kefamenanu;   kedua, program penguatan sistem kesehatan berupa perencanaan dan penganggaran terpadu bidang kesehatan, sistem pencatatan dan pelaporan KIA, dukungan sarana dan prasarana kesehatan sebagaimana yang kita ketahui KIA di Wini dan Lurasik; ketiga, program reformasi sistem, transparansi dan akuntabilitas, berupa pendampingan pengelolahan dana BOK di puskesmas, koordinasi lintas sektor untuk menangani masalah kesehatan secara terpadu.

Disadari bahwa masih terdapat banyak masalah kesehatan  di daerah ini seperti, masalah KIA/KB, masalah Penyakit Menular, masalah Gizi Masyarakat, masalah sanitasi dasar dan lain-lain. Untuk itu,  momentum peresmian 2 (dua) unit gedung Puskesmas KIA bantuan program AIPMNH ini selain untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan, juga sebagai media promosi bahwa seluruh masyarakat berhak atas pelayanan kesehatan sebagai hak asasi sebagaimana konsensus internasional tentang HAM. Dengan pemenuhan hak ini diharapkan terjadinya penurunan kasus kematian ibu (AKI)  dan angka kematian bayi (AKB), Usia Harapan Hidup (UHH) dan gizi buruk  akibat buruknya akses masyarakat akan pelayanan kesehatan berkualitas sesuai dengan RPJMD Kabupaten TTU  2011-2015 yakni “Meningkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan”. 

Disampaikan bahwa harapan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, S.Pt atas kerja sama kita semua, baik Pemerintah Daerah bersama AUSAID maupun bersama seluruh masyarakat dalam rangka mendukung peningkatan mutu kesehatan  di Kabupten ini,   dengan didirikannya 2 (dua) Unit Gedung PUSKESMAS KIA di Wini dan Lurasik, merupakan tugas kita bersama,  bagaimana berupaya untuk meningkatkan mutu kesehatan sehingga masayarakat benar-benar dapat hidup sehat sebagaimana yang kita inginkan bersama.

Untuk  para Tenaga Medis yang berkarya di 2 (dua) Puskesmas ini,  bahwa sebagai pelayan masyarakat dalam bidang kesehataan harus dilakukan secara aktif dan jangan hanya terpaku pada jam kerja saja, namun harus fleksibel sesuai budaya masyarakat. Jika masyarakat memerlukan maka bisa mendatangi langsung agar kualitas pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat lebih berkualitas lagi.  Apabila pelayanan hanya dilakukan di Puskesmas dan yang aktif hanya masyarakat, maka pelayaanan kesehatan tidak akan maksimal. Terlebih peran kader sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Diakui selama ini para keder kesehatan memang tidak mendapat upah, namun mereka secara ikhlas melakukan kegiatan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat sangat gigih dan itu perlu mendapat acungan jempol.  Saya juga mengharapkan agar para tenaga medis dan para kader kesehatan mampu membuat peta tentang kondisi kesehatan masyarakat, hingga tidak lagi terjadi keterlambatan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, terutama pelayanan kesehataan pada ibu hamil yang mau melahirkan yang rawan akan kematian.

Sementara Direktur kemitraan Bidang Kesehatan AusAID, Mr. John Leigh begitu singkat dan padat mengatakan Hubungan kerjasama ini sangat baik, karena pekerjaan kesehatan adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat jadi bukan saja para tenaga medis yang maksimal dalam bentuk pelayanannya atau sesuai Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) tapi peran tugas kita adalah mendukung keberadaannya lewat perawatan, pemeliharaan dan penataan di sekitarnya, ini merupakan tugas kebersamaan kita, memotivasi kita untuk turut bertanggung jawab mendukung keamanan dan kenyamanandi lingkungan Puskesmas ini. Karena hanya dengan kondisi aman dan nyaman, pasien dapat dengan lebih cepat mengalami kesembuhan. Diharapkan kedepan hubungan kerjasama ini jauh lebih baik dalam  merajut tali persaudaraan dan kerja sama yang baik demi menunjang mutu Kesehatandi Indonesia pada umumnya dan kabupaten TTU-NTT pada khususnya, supaya memanfaat dan mempergunakaan fasilitas yang telah dibangun berupa gedung ini dengan baik dan tepat demi kesehatan.  Ako uskono

Kategori : Atambua, Tanggal Post : Wed, 20 Nov 2013 21:12:14 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1189 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas