top
   
 
Dua WNA Di Deportase ke Negaranya

Kefamenanu-SI. Upaya Pihak Kepolisian Resor(Polres) TTU untuk meminimalisir penyelundupan barang di wilayah perbatasan,  Kapolres TTU. AKBP. Drs. I Gede Made Suparwitha,M.Si  melalui Kepala Sub Bagian Hubungan kemasyarakatan               (KaSuBagHumas)  Aiptu, Sefnat Z.Y. Tefa, mengatakan Kerjasama Kepolisian dengan TNI AD khususnya Satgas Pamtas di Wilayah perbatasan  Napan Kecamatan Bikomi Utara dalam melaksanakan tugas pengamanan menangkap Dua Warga pelintas Batas dari Desa Baki- Kecamatan Pantai Makasar - distrik Oekusi- RDTL, Agustinus Elu (23) dan Siprianus Oki ( 32).
Modus operandinya, ketika dua pelintas melintasi wilayah perbatasan dari Desa Baki Kecamatan Pantai Makasar Distrik Oekusi (RDTL) bersama Keponakannya Margaretha Sulaom (12) melalui jalur ilegal, maka satgaspamtas ( TNI--POLRI) membuntuti kedua orangtua bersama anak keponakannya ( Agustinus Elu'23', Siprianus Oki'32' dan Margaretha S'12') dari belakang hingga kedua warga bersama anak usia 12 tahun memasuki rumah orang tua Kandungnya di bilangan Kelurahan Kefamenanu Utara-Peboko. Begitu kedua hendak pamit pulang, Polisi Sektor Nunpene melakukan penyergapan dua warga asing itu dan serahkan ke Polres TTU untuk ditindak lebih lanjut.

Ternyata kedua WNA tersebut tidak memiliki dokumen lengkap setelah diketahui bahwa dokumen mereka tidak lengkap maka seterusnya akan di deportase kembali ke negara asalnya di Desa Baki - Kecamatan Pantai Makasar-Distrik Oekusi.
Selain itu kedua warga mengaku bahwa tujuan  mereka tidak bertendensi negatif, kami hanya menghantar kembali keponakan kami ke orangtuanya yang tinggal di TTU-Kefamenanu (NKRI).  Kenapa keduanya ditangkap?

Kapolres TTU melalui Kepala Bagian Humas Polres TTU  mengatakan penyergapan yang dilakukan ini tidak bertendensi politik tapi sebagai petugas keamanan di wilayah perbatasan perlu melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku dalam NKRI bahwa mengamankan dan mengawasi arus lalulintas pelintas antar kedua negara dan juga dalam rangka memelihara perdamaian dan kedamaian di wilayah perbatasan  maka setiap masyarakat (warga) yang melintas baik legal maupun tidak legal perlu dipantau dengan maksud melihat  dari dekat apakah para pelintas ini membawa barang atau tidak, dan ketika membawa barang apakah barang tersebut legal atau ilegal? serta disisi lain kita melakukan tindakan penyelamatan  penyelamatan  karna kedua  warga RDTL-distrik oekusi murni mengantar pulang cucunya dengan tidak membawa barang selundupan. oleh karena itu,  siang hari ini Sabtu,23/11/2013 kedua WNA RDTL dikembalikan ke kampung asalnya atau negara asalnya (Baki-Pantai Makasar). Ako Uskono.

Kategori : Atambua, Tanggal Post : Mon, 25 Nov 2013 20:14:01 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1054 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas