top
   
 
Penyelundupan 1.588 Ekstasi dan 255 Gram Sabu Digagalkan

Dalam dua hari, Kamis (18/2/2010) dan Jumat (19/2/2010) upaya penyelundupan 1.588 butir pil ekstasi dan 255 gram sabu ke Pontianak, Kalimantan Barat, dan Sorong, Papua, digagalkan petugas keamanan PT Angkasa Pura II dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta. Obat-obatan yang tergolong psikotropika tersebut disimpan dalam kotak plastik dan dalam paket buku yang akan dikirim melalui kargo.

Informasi yang dihimpun Kompas, Sabtu (20/2/2010) di Bandara Soekarno-Hatta menyebutkan, Jumat pagi, pihak keamanan PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta mencurigai sebuah kotak plastik saat melintasi pemeriksaan x-ray di Kargo Domestik Bandara.

Selanjutnya, petugas keamanan langsung mengamankan kotak yang dikirim atas nama Rusli beralamat di Jalan Kramat Raya Nomor 26, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari dokumen yang ada, kotak tersebut akan dikirim kepada Risdianto di Jalan Puri Chandra Mudio Nomor 25 Pontianak, Kalimantan Barat.

Setelah dibuka, dalam kotak terdapat 1.541 butir pil ekstasi. Pil tersebut rencananya akan dikirim melalui jasa perusahaan penerbangan udara Mandala Airlines. Setelah terbukti, barang sitaan tersebut langsung dilaporkan kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sehari sebelumnya, Kamis (18/2/2010), pihak keamanan PT Angkasa Pura II juga menggagalkan 255 gram sabu dan 47 butir pil ekstasi. Narkotika tersebut dimasukkan dalam buku dan akan dikirim melalui paket kargo dengan menggunakan jasa perusahaan penerbangan Lion Air ke Sorong, Papua.

Di kardus tersebut bertuliskan nama pengirim, yakni Siper PT Mex Berlian Dirgantara di Jalan Jayakarta Blok 24 No 63, Jakarta. Sementara penerimaan paket buku tersebut adalah Opo Bengkel Las di Sorong, Papua.

Saat dihubungi wartawan, Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta Kompol Marti Reni mengaku belum mendapat informasi mengenai penegahan narkotika melalui pengiriman jasa domestik kargo tersebut. "Saya belum tahu kalau ada tangkap seperti itu, justru informasi ini saya tahu dari wartawan. Saya akan cek dulu ke Bea dan Cukai Bandara tentang kebenaran tersebut," kata Marti.

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Sun, 21 Feb 2010 00:26:17 AM, Kontributor : Admin, Dibaca : 2024 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas