top
   
 
Menristek Dukung Mobil Multiguna Buatan ITS

Jakarta-SI. Menristek Gusti Muhammad Hatta mendukung pengembangan lebih lanjut mobil multiguna pedesaan buatan ITS bersama konsorsium ABG (akademisi-bisnis-government) karena kendaraan itu memiliki empat fungsi sekaligus dan berbahan bakar ramah lingkungan.

"Itu bagus karena ramah lingkungan dan bisa untuk angkutan pedesaan dengan empat fungsi sekaligus untuk mobil toko, angkutan orang, barang, dan mobil produksi hasil pertanian," katanya saat meninjau dan melakukan uji coba mobil multiguna pedesaan itu di Laboratorium Teknik Mesin ITS Surabaya.

Menristek berjanji akan menyampaikan pesan kepada Menristek yang akan menggantikannya agar melanjutkan pengembangan mobil multiguna pedesaan itu sampai produksi massal pada tahun 2015.

"Tolong, saya diberi 'roadmap' (cetak biru) dari Mobil Multiguna Pedesaan yang ramah lingkungan itu mulai dari penelitian, prototipe riset, prototipe industri, hingga produksi massal, agar bisa dibicarakan dengan Menristek baru dan kementerian lainnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menristek juga berjanji akan mengusulkan uji coba untuk mobil riset seperti mobil multiguna pedesaan buatan konsorsium yang dimotori ITS itu tidak perlu izin kementerian perhubungan atau perindustrian, namun cukup dari Kemristek.

Namun, bila sudah skala industri, maka izinnya harus sesuai prosedur. "Khusus mobil multiguna pedesaan itu, saya kira perlu dipikirkan uji coba untuk segala kondisi jalan, apakah di kampung atau di gunung-gunung," katanya.

Tentang kemungkinan produksi secara massal, ia mengatakan mobil multiguna pedesaan buatan ITS itu masih skala 7, padahal sebuah hasil riset menjadi produksi massal itu membutuhkan hingga skala 9. "Untuk sampai skala 9, saya kira akan tercapai pada tahun 2015," katanya.

Ditanya dukungan Kemenristek yang memiliki program nasional untuk mobil ramah lingkungan itu untuk mobil multiguna pedesaan buatan ITS itu, ia mengatakan pihaknya sudah memberikan dukungan pendanaan riset hingga Rp1,6 miliar selama kurun 2012-2013.

"Kalau melihat karya-karya ITS, seperti mobil listrik yang sudah diuji coba dari Jakarta ke Surabaya dan sekarang mobil multiguna pedesaan, saya kira ITS ke depan bisa menjadi Pusat Unggulan Mobil di Indonesia yang sifatnya dari hulu ke hilir," katanya.

Secara terpisah, Kepala Laboratorium Mekanika Benda Padat ITS Agus Sigit Pramono menegaskan bahwa 80 persen bahan baku Mobil Multiguna Pedesaan yang diberi nama "Sinjai" (Mesin Jawa Timur Indonesia) itu bersumber pada bahan baku dalam negeri, kecuali sistem kemudi, "shock becker", rem, dan bahan-bahan yang memang belum diproduksi di dalam negeri.

"Awalnya, kami menerima tawaran dari Gubernur Jatim, lalu kami bersinergi dengan PT Inka Madiun dalam konsorsium terkait program Kemenristek itu. Kami melakukan penelitian sejak tahun 2012 dan tahun 2013 sudah menghasilkan mobil yang masih dalam bentuk prototipe," katanya.

Rencananya, tahun 2014 akan diupayakan sudah ada dalam bentuk prototipe industri dan tahun 2015 sudah bisa diproduksi secara massal. "Bahan bakarnya juga masih bersifat hybrid untuk memakai bensin atau bio-fuel, tapi tahun 2015 mungkin sudah bisa murni bio-fuel," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Inka Madiun, Suryanto, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memproduksi mobil toko pedesaan pada tahun 2011 dan bahkan sudah dimanfaatkan untuk seluruh kabupaten/kota di Makassar, karena dipesan oleh Gubernur Sulsel.

"Tapi, mobil yang dirancang di PT Inka masih satu fungsi yakni mobil ruko, kemudian bahan bakarnya juga masih bensin, karena itu kami bergabung dalam konsorsium bersama ITS untuk mendorong inovasi nasional melalui program GEA atau Gulirkan Energi Alternatif, karena BBM akan habis pada 2038," katanya.

Sebagai salah satu realisasi program pemerintah terkait pencapaian Visi 2015 berupa "Pengembangan Mobil Umum Murah Ramah Lingkungan" melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2011, konsorsium Mobil Multiguna Pedesaan itu melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, PT INKA, PT Railindo, PT. Tugas Anda, dan industri pendukung lainnya.

Terkait program kendaraan yang ramah lingkungan, Laboratorium Otomotif dan Laboratorium Pembakaran Jurusan Teknik Mesin ITS juga mendapat kepercayaaan dari Kemenristek untuk mengembangkan "Mesin Bio dan Bi-Fuel" yakni mesin yang berbahan bakar alternatif Bio-Fuel dan bahan bakar gas yang ramah lingkungan.

"Mesin ini dirancang memiliki volume 650 CC dengan tenaga mencapai 22 KW, dan konsumsi bahan bakar 22 sampai 26 km/liter. Untuk program rancangan mesin ramah lingkungan itu, konsorsium didukung PT. ICCI, PT. TJOKRO, PT. MERAK, dan industri pendukung lainya. Mesinnya kami beri nama Sinjai atau Mesin Jawa Timur Indonesia," katanya. (TIM)

Kategori : Refleksi Iman, Tanggal Post : Thu, 10 Jul 2014 06:42:47 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1599 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas