top
   
 
Garuda Amburadul, KPK Harus Periksa Emirsyah

Jakarta-SI.  Terkait akan berakhirnya masa tugas Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Sattar pada 4 Oktober mendatang, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan seperti apa calon pengganti Emirsyah. "Harus memiliki integritas, tidak korupsi, ya, tidak KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Dirut baru juga harus mengerti keuangan karena di dalam Garuda banyak masalah keuangannya," kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Gedung PT Perikanan Nusantara (Persero), Jakarta, Kamis (7/8).

Menurut Dahlan,  Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Garuda saat ini sedang melakukan (uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Direktur Utama Garuda. "Calon pengganti Emirsyah bisa dari luar dan bisa dari internal Garuda. Yang di-fit and proper test itu calon dari luar, sedangkan dari dalam tidak perlu lagi fit and proper test," ujar Dahlan.

Seperti diungkap Dahlan, PT Garuda Indonesia memang dililit banyak masalah keuangan. Selama 2013, misalnya, PT Garuda Indonesia Tbk mencatat penurunan laba bersih (income for the period) secara tajam sebesar 89,89% dari US$ 110,8 juta pada tahun 2012 menjadi hanya US$ 11,2 juta selama 2013. Sementara itu, laba operasi (operating income) tahun 2013 anjlok drastis 66,4% menjadi US$ 56,4 juta dibanding tahun 2012 tercatat US$ 168,1 juta.

Pada semester I 2014, Garuda membukukan rugi bersih US$ 211,7 juta atau setara dengan Rp 2,3 triliun, membengkak dibandingkan rugi bersih periode sama 2013 sebesar US$ 10,7 juta. Sementara itu, rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$ 200,38 juta, melonjak dibandingkan dengan sebelumnya yang US$ 11,39 juta.

Melansir http://www.asatunews.com/bisnis/2014/08/07/garuda-amburadul-kpk-harus-periksa-emirsyah, Menurut pihak Garuda, salah satu penyebab memburuknya kinerja Garuda adalah rugi selisih kurs yang melonjak tajam menjadi US$ 12,86 juta dibandingkan dengan US$ 1,41 juta dolar AS pada semester I 2013. Selain itu, beban usaha perseroan melonjak menjadi 14,75% atau menjadi US$ 1,9 miliar dari sebelumnya US$ 1,7 miliar pada priode itu.

Ketika memberi penjelasan soal penurunan laba bersih tahun 2013, Emirsyah juga mengemukakan alasan yang mirip seperti itu. "Kinerja keuangan Garuda Indonesia pada tahun 2013 dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan faktor tingginya harga bahan bakar," kata Emirsyah pada awal April 2014 lalu.

Emir menambahkan, selain faktor tersebut, Garuda pada 2013 juga melakukan investasi dalam jumlah besar berupa penambahan armada untuk menunjang peningkatan operasional dan proses pengembangan Citilink sebagai low cost carrier (LCC) yang beroperasi secara mandiri.

"Dalam dolar AS agak melenceng karena pendapatan kita itu kan kalau dalam dolar AS mengalami depresiasi terhadap rupiah, sehingga kita ikut terdampak. Kalau dalam rupiah, saya rasa cukup bagus," ujar Emir. Biaya operasional Garuda Indonesia, tambah Emir, 60% menggunakan dolar AS dan 40% rupiah, sementara pendapatan 50% dari dolar AS dan 50% dari rupiah.

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia harus menanggung beban operasi sebesar US$ 3,71 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang US$  3,29 miliar. Untuk beban biaya bahan bakar, Garuda Indonesia mengeluarkan US$ 1,42 miliar pada tahun 2013, naik dari US$ 1,25 miliar pada tahun 2012, yang merupakan beban operasional terbesar bila dibandingkan biaya sewa pesawat, asuransi, gaji pegawai, dan lainnya.

Meskipun mengalami penurunan laba, lanjut Emir, Garuda pada tahun 2013 berhasil melunasi pinjaman sebesar total US$ 130 juta, yang terdiri atas US$ 55 juta dari Citi Club Deal-1 dan US$ 75 juta dari Indonesia Exim Bank.

Garuda Indonesia menutup tahun 2013 dengan membukukan pendapatan operasi (operating revenue) sebesar US$ 3,72 miliar, hanya meningkat 7% dibanding tahun 2012 sebesar US$ 3,47 miliar.  Sementara itu, pendapatan dari penumpang (passenger revenue) mengalami peningkatan sebesar 10%, dari US$ 2,69 miliar pada 2012 menjadi US$ 2,96 miliar pada 2013.

Peningkatan jumlah penumpang Garuda sebesar 22% menjadi 25 juta penumpang sepanjang tahun  2013, dari 20,4 juta pada tahun 2012, ternyata tidak membawa pengaruh positif terhadap kondisi keuangan Garuda Indonesia. Fakta ini sungguh mengherankan karena lonjakan jumlah penumpang Garuda yang signifikan seharusnya menghasilkan pendapatan yang besar untuk Garuda.

Demikian juga lonjakan jumlah kargo diangkut Garuda Indonesia yang naik 24% pada tahun 2013, menjadi 345.923 ton kargo, juga tidak mendongkrak kinerja keuangan Garuda.

Menurut sumber ASATUNEWS.com, kinerja Garuda Indonesia yang ditampilkan pada laporan keuangan perusahaan lebih banyak merupakan hasil polesan belaka, karena tidak mencerminkan kondisi keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang semestinya. Dengan kata lain, menurut staf Emirsyah Satar itu, telah terjadi rekayasa dan manipulasi terhadap laporan keuangan atau window dressing, yang kemudian ditegaskan oleh Dahlan Iskan dengan pernyataan “di dalam Garuda banyak masalah keuangannya”.

Sumber internal Garuda Indonesia itu menjelaskan, untuk mengamankan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Emirsyah Sattar diduga memberikan suap sebesar US$ 2 juta untuk oknum pimpinan BPK. Gratifikasi dari Direktur Utama Garuda kepada oknum Ketua BPK itu diserahkan beberapa bulan lalu di luar negeri.

Salah satu bukti kondisi keuangan Garuda Indonesia yang mengkhawatirkan adalah gagalnya rencana Garuda memperoleh pembiayaan pengadaan 11 pesawat baru jenis Boeing dan Airbus dari sindikasi perbankan BUMN/dalam negeri, yang dirancang Bank BRI. Gagalnya rencana pembiayaan sindikasi pinjaman dari BRI untuk PT Garuda Indonesia disebut-sebut atas saran Agus Martowardoyo, Gubernur Bank Indonesia, yang tidak merekomendasikan persetujuan rencana sindikasi pinjaman untuk Garuda, karena kondisi keuangan Garuda yang sebenarnya jelek.

Ditambahkan oleh sumber internal Garuda, jika pada akhirnya Emirsyah Sattar berhasil mendapat pembiayaan dari ICBC Limited China sebesar US$ 1,7 miliar pada tahun 2013 lalu, itu tidak terlepas dari bantuan staf Emirsyah Satar bernisial J, yang merupakan orang titipan konglomerat Tionghoa terkemuka di Indonesia berinisial A.

"Bila dicermati baik-baik perjanjian kredit dengan mekanisme sale and lease back antara PT Garuda Indonesia dan Commercial Bank of China [ICBC] Limited untuk pengadaan 5 unit pesawat Boeing 777-300 ER dan 6 unit pesawat Airbus A320 itu akan ditemukan banyak keganjilan yang merugikan Garuda," ungkap pejabat Garuda yang sudah bekerja 16 tahun di BUMN penerbangan itu.

Ia menjelaskan lebih detail, selain ada penggelembungan terhadap harga pesawat Boeing dan Airbus yang dibeli Garuda, juga ada penggelembungan pada rate bunga pinjaman dari ICBC Limited guna menutupi cash back kepada Direktur Utama Garuda sebesar US$ 55 juta atau US$ 5 juta per unit pesawat, dan pengenaan bunga tambahan untuk menutupi premi risiko kredit macet (risks premium) yang ditimbulkan dari kredit senilai US$ 1,7 miliar itu.

Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia yang sebenarnya morat-marit ini dapat dibuktikan dengan lesunya permintaan pasar terhadap 2,32 miliar saham baru PT Garuda Indonesia Tbk, yang menjadi hak pemerintah dalam pelaksanaan rights issue, tidak 100% diserap para investor yang mendapatkan penawaran atas saham tersebut. Terbukti, pasar merespons negatif terhadap penawaran rights issue Garuda.

Harga saham Garuda (GIAA) sejak initial public offering (IPO) pertama sekali pada tahun 2011 dengan harga Rp 750 per lembar saham kini terus anjlok ke posisi Rp 450 per lembar saham dan dikhawatirkan terus menurun sejalan dengan memburuknya kinerja perusahaan.

Respons pasar kurang positif terhadap penawaran saham Garuda ketika IPO tahun 2011 lalu terpaksa membuat ketiga sekuritas pelat merah itu harus menyerap sisa saham yang tak diserap pasar dan melepasnya kepada Trans Air ways, lini usaha CT Corp, milik Menteri Chairul Tanjung, pada April 2012 dengan kesepakatan harga Rp 620 per saham. Kini, Trans Airways menguasai 10,89% saham Garuda dan harga saham Garuda terus menurun seiring dengan memburuknya kinerja keuangan Garuda yang sebenarnya.

Pernyataan Dahlan Iskan bahwa Direktur Utama Garuda “harus memiliki integritas, tidak korupsi, ya, tidak KKN” seakan mempertegas kabar yang selama ini beredar bahwa praktik KKN sangat marak di tubuh BUMN penerbangan itu. Salah satu praktik KKN yang diduga terjadi di tubuh Garuda adalah “ikut berkuasanya” istri Emirsyah, Sandrina Abubakar, dalam banyak pengambilan keputusan, seperti pernah dilansir Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Indonesia (Gempur) ketika menggelar aksi demonstrasi di Garuda Indonesia Bandara Soekarno Hatta.

Dalam aksi itu, Gempur meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan kasus korupsi di tubuh PT Garuda Indonesia yang sudah merebak sejak tahun 2009 silam, yang melibatkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Sattar. “KPK segera tangkap Emirsyah dan orang dekatnya, Junaidi, karena terindikasi melakukan korupsi dalam transaksi pembelian 11 pesawat Boeing dan Airbus senilai US$ 1,7 miliar via ICBC Limited China. Dalam pembelian itu, Emirsyah telah menerima komisi sebesar US$ 55 juta atau Rp 650 miliar. Bukan cuma Emirsyah, tapi juga istrinya, Sadrina Abubakar, juga diduga ikut terlibat,” kata Koordinator Aksi Demo, Mato Mony, 15 Mei lalu.

Jauh sebelumnya, tahun 2013, Dahlan Iskan juga pernah menyatakan, telah memperingatkan dua direktur utama BUMN yang terlalu didominasi istrinya. "Istrinya terlalu dominan. Kalau begitu, istrinya saja yang jadi dirut," kata Dahlan.

Dugaan korupsi juga terjadi pada pengadaan sewa kantor penjualan tiket kompleks Pertokoan Senayan City, Jakarta Selatan, yang diduga merugikan negara hingga Rp 21,7 miliar. Dari dokumen yang diterima ASATUNEWS.com memang terlihat terjadinya penyimpangan dan pelanggaran terhadap prosedur lelang pengadaan sewa kantor untuk selama lima tahun, biaya renovasi, dan biaya kerja.

Terkait pemberitaan yang menyangkut dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme, pihak Garuda pernah mengirimkan hak jawabnya kepada ASATUNEWS.com. Menurut mereka, pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan fakta yang ada. Namun, mereka tidak memerinci bagian mana dari pemberitaan itu yang tidak berdasarkan fakta yang ada.

Lebih lanjut pihak Garuda mengatakan, dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sebagai perusahaan terbuka, -selalu berpedoman pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). “Termasuk dalam melakukan pelaksanaan pengadaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang dilakukan dengan menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan, serta pelaksanaannya juga diaudit oleh akuntan publik yang independen, profesional, dan kredibel,” katanya. (asatunews)

Kategori : Politik dan Hukum, Tanggal Post : Fri, 08 Aug 2014 09:02:54 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 33663 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 6246 ]
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 15:41:06 pm
    cheap cialis pills online cialis http://gul.ly/xfwhy cialis stopped working cialis 20mg cialis germany
  • Jamesbar, Sat,21 sep 2019 15:19:26 pm
    what does cialis pill look like cialis xtl does tricare cover cialis cialis coupon cialis for daily use online
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 14:03:41 pm
    cialis daily benefits buy cialis https://clck.ru/JAcgt dose cialis cialis prices kwikmed cialis
  • Jamesbar, Sat,21 sep 2019 13:53:21 pm
    how does cialis daily work cialis prices cialis hap cialis prices cialis 5 mg tablet
  • Conniebar, Sat,21 sep 2019 13:44:22 pm
    achat cialis en france cialis xtl cialis 30 day trial coupon cialis generic cialis wikipedia
  • Jamesbar, Sat,21 sep 2019 12:27:32 pm
    effects of cialis on females cialis xtl free samples viagra cialis cialis xtl who are the cialis actors
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 12:25:01 pm
    cialis side affects cialis prices https://chogoon.com/srt/bryje maximum daily dose cialis cialis prices what cialis do
  • Conniebar, Sat,21 sep 2019 12:02:29 pm
    cialis in bahrain cialis prices cialis vs generic buy cialis buy cialis canada
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 10:46:49 am
    how much does cialis cost without insurance cialis 20 mg best price https://u.to/0Gz9Dw flomax vs cialis cialis prices viagra dosage compared to cialis
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 09:08:16 am
    how fast does cialis work cialis coupon https://u.to/0Gz9Dw cialis time of onset cialis coupon can you buy cialis online without prescription
  • Jamesbar, Sat,21 sep 2019 08:03:26 am
    cialis drugstores cialis generic normal dose for cialis cialis generic pfizer cialis
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 07:30:05 am
    cialis two tubs cialis prices http://bit.do/e83sk tadalafil vs cialis reviews cialis 20 mg best price order cialis without a prescription
  • Conniebar, Sat,21 sep 2019 06:54:25 am
    cialis cause high blood pressure cialis xtl cialis drug test buy cialis viagra dosage vs cialis
  • Jamesbar, Sat,21 sep 2019 06:34:53 am
    what is the recommended dosage of cialis generic cialis splitting cialis cialis 20mg cialis effects
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 05:52:01 am
    cialis 100mg review cialis prices http://0rz.tw/PYeyg cialis black 200mg cialis xtl cialis success stories
  • Conniebar, Sat,21 sep 2019 05:11:42 am
    what else can cialis be used for cialis prices cialis coupon online cialis 20 mg best price cialis commercial woman
  • Jamesbar, Sat,21 sep 2019 03:42:58 am
    cialis benefits and side effects cialis prices cheap 5 mg cialis cialis generic what does cialis feel like
  • Conniebar, Sat,21 sep 2019 03:29:27 am
    cialis 5mg review cialis 20 mg best price best prices on cialis generic buy cialis over the counter cialis 2016
  • Josephmix, Sat,21 sep 2019 02:37:34 am
    best prices on cialis cialis 20mg https://clck.ru/JAcgt cialis australia 2014 is there generic cialis cialis 5 mg price walgreens
  • Conniebar, Sat,21 sep 2019 01:46:52 am
    lilly discount card for cialis cialis prices cialis not working buy cialis taking cialis daily
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas