top
   
 
Ubur-Ubur Beracun Serbu Pantai Inggris

suryainside-com. Bagi banyak ilmuwan, bertemu ubur-ubur raksasa jenis barel berukuran raksasa adalah hal yang langka. Namun, kisahnya akan berbeda bila jumlah ubur-ubur itu mencapai ribuan.  Seperti yang dilansir oleh Daily Mail (25/05), akhir pekan lalu, ahli konservasi alam Steve Thewhella dan cucu laki-lakinya tidak sengaja bertemu segerombolan ubur-ubur barel raksasa di pantai Dorset, Inggris.

"Kami melihat satu setiap beberapa detik, terus seperti itu. Kami pernah melihat gerombolan ubur-ubur ini di tahun 1980an, namun jumlah mereka ketika itu tidak ada apa-apanya dibanding tahun ini. Mereka di mana-mana. Aku tidak pernah melihat fenomena seperti ini sebelumnya," ujar Steve.  Ketika itu, Steve mengungkapkan bila jumlah ubur-ubur itu awalnya hanya sekitar ratusan. Tetapi setelah beberapa saat melakukan pengamatan di pantai Dorset, Steve terkejut kerena jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan, bahkan mungkin bisa puluhan ribu.  "Saat ada sekitar seratus ubur-ubur menghampiri kami, tidak ada pilihan kecuali sedikit menyingkir. Namun, akan muncul lagi ratusan lainnya. Mungkin jumlah mereka mencapai puluhan ribu ekor," tambah Steve.

Steve yang saat itu juga mengajak istrinya ke pantai dengan perahu karet merasa merinding  melihat gerombolan ubur-ubur yang rata-rata panjangnya lebih dari 1 meter itu. Apalagi, ubur-ubur barel raksasa dikenal memiliki sengat beracun.  Untungnya, racun ubur-ubur barel tidak terlalu bahaya bagi manusia. Akan tetapi, penyelam tetap tidak disarankan untuk menyentuh mereka apalagi dengan jumlah sebanyak itu.

Ubur-ubur barel yang memiliki nama latin Rhizostoma pulmo sering ditemukan di samudra Atlantik bagian timur laut dan laut Mediterania. Spesies terbesar ubur-ubur ini memang hidup di sekitar pantai-pantai Inggris. Entah beruntung atau sebaliknya, jumlah mereka semakin banyak dari tahun ke tahun hingga meledak seperti saat ini. Ledakan populasi ubur-ubur raksasa ini diperkirakan terjadi karena pemancingan ilegal ikan-ikan pemangsa mereka. Tanpa adanya predator, ubur-ubur itu bisa leluasa hidup dan berkembang biak. (TIM)

Kategori : Life Style, Tanggal Post : Tue, 26 May 2015 23:34:59 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 700 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas