top
   
 
Selisih Perhitungan BPN dan BPKP Terkait Kasus Cetak Sawah

Atambua-SI. Kepolisian Resort (Polres) Belu telah menerima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Nusa Tenggara Timur terkait kasus cetak sawah di Kabupaten Belu.

Kendati demikian, hasil audit BPKP terkait dugaan penyalagunaan keuangan negara pada kasus cetak sawah itu yang telah diterima pihaknya masih terdapat selisih perhitungan luas lahan yang ditentukan BPN dan audit BPKP.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha kepada media usai menghadiri rapat paripurna di DPRD, Rabu (26/01/2016).

Menurut Artha, luas lahan cetak sawah ada dua hal dimana pihak BPN tentukan luas lahan sekian yang berbeda luas lahan sawah yang tidak tercetak sesuai hasil perhitungan dari BPKP NTT.

"Dari BPN baru sampaikan hasil luas cetak. Ada perbedaan luas lahan, yang luas BPN naik lagi tidak sesuai dengan hasil audit BPKP, karena itu angka kerugiannya meningkat. Sehingga kita masih tunggu hasil ulang dari BPKP," ujar dia.

Untuk diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, kasus pencetakan sawah baru di Kabupaten Belu telah ditangani tim penyidik Polres Belu.

Program tahun anggaran 2012 dengan total anggaran sebanyak Rp 6 miliar itu terdapat di Desa  Lakulo, Kecamatan Weliman terdapat lahan 100 hektar, sementara pada empat desa lainnya, yakni desa Kleseleon 100 hektar, Haitimuk 100 hektar, Laleten 100 hektar dan desa Manleten kecamatan Tasifeto Timur 100 hektar, total keseluruhannya ada 500 hektar.

Selain di Desa Lakulo'o terdapat pula kasus pencetakan sawah di Desa Lamaksanulu, Kecamatan Lamaknen, tahun anggaran 2012-2013 sebesar Rp 500 juta dengan luas lahan 50 hektar.

Kasus tersebut telah ditangani penyidik Polres Belu sejak tahun 2013 silam, kendati demikian dalam penyelidikan tersebut sampai dengan tahun 2016 belum ada kejelasan terkait dengan penetapan calon tersangka. (TIM)

Kategori : Atambua, Tanggal Post : Wed, 27 Jan 2016 22:47:00 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1525 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas