top
   
 
Media Cetak Di Tuntut Lebih Kreatif

Mataram-SI. Mengawali 2016, di tengah riuh rendah perdebatan seputar senjakala media cetak, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat menggelar kompetisi sampul muka media cetak komersial (Indonesia Print Media Awards/IPMA), rubrik anak muda di suratkabar (Indonesia Young Readers Awards/IYRA), majalah internal (Indonesia Inhouse Magazine Awards/ InMA), dan pers mahasiswa (Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA).

Direktur Eksekutif SPS Pusat Asmono Wikan mengatakan, ajang penghargaan yang digelar pertama kali sejak 2010 ini diharapkan merangsang lahirnya karya-karya sampul yang kreatif dan relevan, sehingga mampu mencuri perhatian khalayak untuk membeli dan membaca media cetak.

“Di tengah perubahan tren pola konsumsi media di Indonesia, media cetak dituntut lebih kreatif mengemas konten, salah satunya melalui tampilan cover yang menarik,” katanya.

Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat, para pemenang akan menerima trofi pada Malam Penghargaan (Awarding Night), di Hotel Golden Palace, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 9 Februari 2016.

Acara yang mengusung tema “Kreativitas dan Inovasi Tanpa Batas” akan dihadiri oleh Ketua Umum SPS Pusat Dahlan Iskan, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Ketua Harian SPS Pusat Ahmad Djauhar, ratusan pimpinan media, aktivis pers mahasiswa, dan praktisi public relations dari lembaga pemerintahan maupun perusahaan swasta.

Selain Malam Penghargaan IPMA, InMA, IYRA, dan ISPRIMA, untuk memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2016, selama dua hari Selasa-Rabu (9-10/2/2016) bertempat di Lobby Hotel Golden Palace, SPS Pusat bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional juga mengadakan Pameran Kronik Media yang menampilkan bentuk koran lintas generasi dan Pameran Sampul Muka Koran Terbaik IPMA 2010-2016.

Tahun ini panitia menerima total 885 entri dari 244 perusahaan dan lembaga, dengan sebaran 503 entri IPMA, 180 entri InMA, 144 entri IYRA, dan 58 entri ISPRIMA.

Meski dari sisi kuantitas tak sebanyak tahun lalu, yang mencapai  1052 entri dari 248 perusahaan dan lembaga, tapi dari sisi kualitas secara umum baik media cetak komersial, inggriya, maupun pers mahasiswa lebih baik.

“Kita berbesar hati melihat banyak perkembangan perwajahan media cetak hingga akhir tahun 2015. Ada sejumlah kreasi menarik yang menggabungkan berita, fotografi, infografis, dan desain secara keseluruhan, sehingga perwajahan dari koran nasional dan daerah memperlihatkan suatu grafik yang secara kualitas lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata anggota Oscar Motulloh, kurator Galeri Foto Jurnalistik ANTARA yang menjadi salah satu anggota dewan juri.

Seperti ajang tahun sebelumnya, selain rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menyelenggarakan sejumlah workshop, seperti SPS School of Public Relations (SoPR) yang mengangkat tema “Profesional Writing Skill and Photo Journalism”, workshop Government Public Relations and Corporate Communications bertema “The Art of Corporate and Government Storytelling Through Social Media”, serta workshop CSR bertema “How to Communicate CSR Program to Build Corporate Reputation”. []

Tabel Entri IPMA, InMA, IYRA, dan ISPRIMA 2010 – 2016

No.

Tahun

Jumlah Entri

Jumlah Korporasi/Lembaga

IPMA

InMA

IYRA

ISPRIMA

IPMA

InMA

IYRA

ISPRIMA

1

2010

351

-

-

-

132

-

-

-

2

2011

310

-

-

44

147

-

-

18

3

2012

501

67

-

49

154

19

-

20

4

2013

692

162

-

-

185

54

-

-

5

2014

749

201

117

50

209

55

20

20

6

2015

612

288

101

51

134

70

23

21

7

2016

503

180

144

58

119

65

32

28

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Serikat Perusahaan Pers (SPS)  adalah organisasi dari perusahaan penerbit media cetak dan online beranggotakan 471 perusahaan pers se-Indonesia. Berdiri sejak 8 Juni 1946, SPS Pusat kini dipimpin oleh Ketua Umum Dahlan Iskan dan Ketua Dewan Pertimbangan Basril Djabbar (Harian Singgalang, Sumatera Barat). Kegiatan terbesar SPS selama ini adalah melakukan pendidikan bagi awak redaksi dan pemasaran media, edukasi dan kampanye minat baca bagi anak-anak muda, riset dan monitoring media, pendidikan manajemen kehumasan dan media bagi para praktisi PR, serta melakukan advokasi bagi anggotanya yang terbelit sengketa pemberitaan pers.

Indonesia Print Media Awards (IPMA) merupakan forum tahunan kompetisi sampul muka (cover) media cetak nasional (majalah, tabloid, dan suratkabar harian) sejak 2010. Tahun 2016 IPMA digelar dengan empat kategori Juara yaitu Kategori Suratkabar, Tabloid, Majalah Lokal, dan Majalah Lisensi.

Indonesia Inhouse Magazine Awards (InMA) merupakan ajang penghargaan prestisius nasional bagi sampul muka (cover) terbaik media cetak internal (inhouse magazine/media inggiya) yang diterbitkan perusahaan/organisasi. InMa pertama kali digelar 2012.

Indonesia Young Readers Awards (IYRA) adalah kompetisi tahunan bagi desain rubrik anak muda pada suratkabar harian yang digelar sejak 2014. IYRA merangsang desain rubrik anak muda yang lebih kreatif sehingga dapat meningkatkan minat anak muda membaca media cetak.

Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA) adalah ajang pemberian apresiasi bagi sampul muka (cover) pers mahasiswa terbaik se-Indonesia yang digelar sejak 2011. ISPRIMA hadir untuk memberikan stimulus agar pers mahasiswa mampu bangkit, memulihkan eksistensi dan menangkap pembaca-pembaca baru di kalangan akademisi. (TIM)

 

 

Kategori : Iklan, Tanggal Post : Tue, 09 Feb 2016 07:40:38 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1258 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas