top
   
 
Kantong Plastik Berbayar Menjadi Perhatian Khusus Rakyat Kecil

Jakarta-SI. Sejak Minggu (21/02/2016), beberapa kota di Indonesia mulai uji coba penerapan kantong plastik berbayar, yang menjadi Progam Pemerintah dalam mengurangi limbah plastik yang telah dituangkan melalui Surat Edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tertanggal 17 Februari 2016.

Terkait hal itu,  Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) angkat bicara. Menurut Wakil Ketua Umum Aprindo, Tutum Rahanta, hal ini ternyata menjadi polemik tersendiri.

Pasalnya ia menilai, tidak semua masyarakat setuju dengan hal ini, terutama masyarakat ekonomi menengah kebawah yang mengeluh harus mengeluarkan uang 200 rupiah setiap berbelanja di Swalayan, ataupun Mini Market, apalagi jika ditawarkan dengan kantung tas kain yang dijual dengan harga mahal yang kapasitas muatannya tidak banyak ditempat tersebut.

"Ini yang menjadi polemik. Rp. 200 memang tidak masalah bagi anda -anda yang berduit, tapi masyarakat yang ekonomi kebawah bagaimana? Bagaimana kalau mereka berbelanja dengan membawa uang pas-pasan?," katanya di Kuningan, Jakarta, Rabu (24/02)

"Coba bayangkan, kalau mereka yang biasanya membawa belanjaan banyak dengan menggunakan sepedah motor? Gimana kalau tidak ada kantung pelastik? Mau ditaro dimana belanjaannya," lanjutnya.

Ia melanjutkan, seharusnya pemerintah memberi opsi lain untuk mengganti peran kantong plastik. Bukan hanya memerangi penggunaannya tapi tidak ada solusinya.

"Kemarinkan, You beli barang apapun sudah berikut sama kantongnya, sekarang di pisah, sekarang ini plastik dan belanjaan menjadi barang yang terpisah, dalam arti lain kantong plastik menjadi dagangan.

"Kami masih melihat belum ada pengganti termurah untuk menggantikan kantung plastik," pungkasnya. (Landy Kresnanto)

Kategori : Keuangan, Tanggal Post : Thu, 25 Feb 2016 08:47:20 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 961 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas