top
   
 
Polisi Menangkap Pengedar Lada dan Ketumbar Mengandung Zat Berbahaya

Jakarta-SI. Unit III Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pelaku pengedar dan pembuat ketumbar dan lada yang mengandung zat kimia Sodium Bicarbonate dan H202 (Hidrogen Peroksida). Pelaku berinisial E (38) ditangkap di rumahnya diwilayah pergudangan Kosambi Permai,Tangerang.

Menurut Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Agung Marlianto, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan dari warga sekitar yang merasa curiga dengan Ketumbar dan lada yang dijual oleh pelaku.

"Kami berhasil menemukan kegiatan mengolah, mengedarkan, memasarkan hasil perkebunan berupa Ketumbar dan lada dengan bercampur zat kimia dan kami mengamankan barang bukti" katanya di Polda Metro Jaya, Kamis  (10/3/2016).

Agung menjelaskan, bahan yang digunakan untuk mencampur bumbu dapur tersebut yakni 500kg lada yang dicampur dengan 8 ons zat kimia Sodium Bicarbonate yang diaduk hingga merata kemudian di campur dengan 20 kg zat kimia Hidrogen Peroksida dan diaduk kembali hingga merata.

"Kalau ketumbar 250 kg tapi zat yang digunakan sama. Setelah mereka mencampur lalu di diamkan selama dua hari. Kemudian setelah di diamkan dikipasi hingga kotoran dan debu dalam lada tersebut hilang. ‎Finisingnya dikemas dalam karung 25kg dan diedarkan ke wilayah Jabodetabek, Cirebon, Jawatengah, Banten dan Lampung," ungkapnya

Agung melanjutkan, pelaku sudah beroperasi sejak 2008 silam dan menjual barang tersebut dengan harga yang berbeda yaitu harga Ketumbar Rp12.000‎/kg, Lada Super Rp 110.000/kg dan lada KW 2 Rp 105.000/kg. Hasil keuntungan dari penjualan tersebut yakni mencapai Rp 100.000.000

"Barang bukti yang kami amankan yaitu, 4 ton ‎Ketumbar siap edar, 1,25 ton lada super siap edar, 1,25 ton lada KW 2 siap edar, 8,8 ton lada bahan, 30 buah jerigen zak kimia Hidrogen Peroksida, 14kg zat kimia Sodium Bicarbonate, 10 unit kipas angin, 3 unit Timbangan, 30 buah ember, 6 buah sapu, 15 buah skop, 2 buah mesin Jahit karung, 100 karung kosong yang bertuliskan lada UD MMJ dan 50 karung kosong bertuliskan Ketumbar UD MMJ" katanya.

Atas tindakannya teraebut. Pelaku akan di jerat dengan pasal 110 UU RI No. 39 tentang perkebunan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak 5 milliar. (Landy Kresnanto)

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Fri, 11 Mar 2016 20:48:27 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 715 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas