top
   
 
Prijanto Curiga Adanya Keterlibatan Eksekutif Dalam Kasus Korupsi Proyek Reklamasi

Jakarta - SI. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menduga, ada keterlibatan pihak eksekutif di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam kasus dugaan korupsi pembahasan Raperda reklamasi pulau di utara Jakarta, namun, ia mengaku tidak bisa bicara banyak, dia lebih menyerahkan hal tersebut kepada KPK untuk menyelidiki lebih dalam masalah ini.

"Kasus ini menurut saya ketika Sanusi (ketua fraksi D DPRD DKI) ditangkap KPK, dan ternyata pernyataannya menjadi jelas di media, tidak menutup kemungkinan eksekutif itu ada," kata Prijanto dalam diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (9/4).

Purnawirawan TNI ini menjelaskan, dalam kasus dugaan korupsi di Raperda pulau reklamasi, ada tiga pihak yang memiliki kepentingan. Ketiga pihak itu adalah, eksekutif, legislatif, dan pengembang. "Kepentingan eksekutif apa? Bahwa eksekutif sudah mengeluarkan izin. Maka perlu payung hukum," ujarnya.

Sementara itu, kepentingan pengembang adalah, mereka tak ingin kontribusi tambahan kepada pengembang sebesar 15 persen. Ia menambahkan, kontribusi 15 tersebut yang merupakan inisiatif Ahok. "Di mana satu pulau itu nilainya Rp 2,5 triliun. Untuk minta ini dan itu ini rawan korupsi. Ini juga oleh legislatif tidak disetujui. Dengan itu, hal ini tidak disetujui legislatif. Dengan kepentingan tiga tadi," ujarnya. (Landy Kresnanto)

Kategori : Kriminal, Tanggal Post : Sun, 10 Apr 2016 10:30:46 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 692 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas