top
   
 
Tersangka Dana Konsumsi TTS Segera Ditetapkan.

TTS-SI. Calon Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan Dana Konsumsi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2014/2019 segera ditetapkan, hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Soe Oskar Douglas Riwu, SH saat Ditemui awak media Senin (11/04/2016). Oskar mengatakan "untuk tersangka-nya kita sudah bisa tetapkan, tapi teman-teman media bersabar karena tinggal dua saksi yang kita akan periksa untuk melengkapi semua pemeriksaan yang ada. Setelah ke dua saksi kita periksa, kita langsung ekspos dan kita tahan" Jelas Oskar.

Ketika ditanya mengenai tingkat kesulitan dalam pemeriksaan kasus ini, dengan senyum Oskar mengatakan "untuk kasus ini tidak ada yang sulit dalam menentukan tersangka, seperti yang saya bilang kita sudah tahu siapa tersangkanya tapi masih ada data dan keterangan yang kami butuh untuk melengkapi B.A.P yang ada. Tidak ada yang istimewa dalam kasus ini, siapapun yang dipanggil ya kami periksa. inikan tugas kami" tegas Oskar.

Masih menurut Oskar "yang namanya calon tersangka itukan sudah pasti telah memenuhi unsur dalam tindak pidana korupsi makanya saya dan teman-teman sudah tahu siapa tersangkanya. Yang dimaksut memenuhi unsur tindak pidana korupsi seperti perbuatan melawan hukumnya sudah ada, menyalahgunakan tugas dan wewenang sudah ada, untuk unsur memperkaya diri sendiri atau orang lainpun sudah ada sehingga akibat unsur-unsur diatas tentunya timbul kerugian negara" kata Oskar.

Sedangkan pada hari itu juga Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Salmun Tabun juga diperiksa Penyidik Kejaksaan Negeri Soe sebagai saksi, Salmun Tabun tiba di Kejaksaan Negeri Soe pukul 09.10 Wita dan langsung diperiksa di ruangan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Soe oleh Kajari Oskar Douglas Riwu,SH dan Raden Arry Verdiana,SH.

Salmun Tabun diperiksa selama 10 Jam dan diberikan 29 pertanyaan oleh penyidik, saat ditemui seusai pemeriksaan Salmun Tabun mengatakan "pemeriksaan hari ini, saya diperiksa sebagai saksi dan diberikan 29 pertanyaann oleh penyidik. Dari 29 pertanyaan ini, berkisar pada tugas pokok dan fungsi saya dalam kasus ini serta tentang pertanggujawaban-pertangungjawaban keuangan" ucap Salmun.

Dalam kasus ini juga semakin menarik perhatian publik karena sesuai pernyataan Kajari Soe bahwa dalam perjalanan kasus ini sudah ada dua kegiatan yang diduga telah dilaksanakan dan menggunakan dana konsumsi yaitu kegiatan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati serta Kegiatan Pengresmian Gedung Kantor Bupati dan Gedung Kantor DPRD. Serta adanya pengakuan Sonya Ulli, bahwa dari pagu dana yang dialokasikan sebesar 250 Juta, Sonya Ulli hanya menerima uang sebesar 150 juta saja sedangkan sisa 100 juta tidak pernah diambil oleh Sonya Ulli.

Timbul tanda tanya lagi, karena dari proses penyidikan dan dari pernyataan Komisi 1 di DPRD mengatakan dan mengakui bahwa untuk dua kegiatan tersebut dari pihak DPRS TTS hanya menyetujui pagu dana sebesar 57 juta saja, sedangkan dalam realisasinya membengkak menjadi 250 juta rupiah. (Yabes)

Kategori : Tirosa, Tanggal Post : Fri, 15 Apr 2016 10:48:07 AM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1426 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas