top
   
 
Panen Jagung Bersama Kelompok Tani Simpati

Alor-SI. Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kab. Alor Yustus Dopong Bora,S.Pt, Pasiter Kodim 1622/Alor Letnan Satu Inf Fahrudin, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Alor Tengah Utara, Sekretaris BP4K2P Kabupaten Alor, Babinsa Yulius Mokay, Sertu Yohanis Sem, Serda Agripa Tonubes serta masyarakat melaksanakan panen jagung milik kelompok tani Simpati dengan luas panen 17 Hektar dan hasil produksi jagung 20 ton, di Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (04/05/2016).

Pasiter Kodim 1622/Alor Letnan Satu Inf Fahrudin mengatakan, pelaksanaan panen jagung di Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Rabu (04/05) merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan ekonomi dan pemenuhan kedaulatan pangan masyarakat karena jagung merupakan salah satu pangan andalan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk Kabupaten Alor.

Oleh karena itu, Fahrudin juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan semua lahan dengan mengelolanya secara  baik dan optimal, gunakan teknologi pertanian tepat guna seperti yang diajarkan oleh penyuluh pertanian serta pendampingan yang dilaksanakan oleh Babinsa, sehingga yang dikerjakan bisa memberikan hasil yang maksimal, berkualitas untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga maupun pasar, kata Pasiter saat dibincangi wartawan di sela-sela lokasi panen.

Kepala Desa Welai Selatan Imanuel Manley,  berharap kepada pemerintah untuk terus menggalakkan bantuan, terutama bantuan bibit jagung yang unggul, mesin perontok dan pupuk sehingga petani menjadi lebih terbantu untuk bekerja dan penghasilannya lebih baik, harapan yang sama disampaikan Imanuel, agar pengawalan dan pendampingan oleh Babinsa kepada kelompok tani supaya terus dilakukan sehingga masyarakat termotivasi untuk bekerja lebih giat, karena dengan adanya program baru TNI, para babinsa terjun langsung ke lapangan untuk membantu para petani serta memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani, sangat membantu serta dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, “katanya.

Kadistan Kabupaten Alor, Yustus Dopong Bora,S.Pt menilai panen jagung di Desa Welai Selatan tersebut kurang berhasil, karena pada tahun ini curah hujan mengalami penurunan dan tidak menentu saat musim tanam, ada beberapa wilayah yang mendapatkan bantuan bibit jagung dan pupuk tapi tidak bisa tanam, ada juga yang gagal panen dikarenakan curah hujan yang tidak menentu membuat tanaman jagung menjadi layu, kering dan mati.

Ia menambahkan, kesejahteraan petani di Kabupaten Alor harus diperjuankan kerena kesejahteraan para petani di Kabupaten Alor masih jauh dari harapan. Karena itu, ia mendorong program pemerintah pusat dalam meningkatkan swasembada pangan, bertolak dari itu pemerintah Kabupaten Alor dibawa kepemimpinan Drs. Amon Djobo, lewat program “Gemma Mandiri” dengan semangat “Spirit Tancap Gas”, sangat mendukung dan mendorong para petani untuk menjadi sejahtera.

Lanjut di katakan Yustus, untuk menyukseskan program pemerintah pusat menyukseskan  program swasembada pangan menjadi impian kita bersama, dan untuk mewujudkannya, tentu tidak secara instan terjadi, akan tetapi butuh kebersamaan, ketekunan, keuletan, keseriusan dan kerja keras dari semua pihak terutama para petani untuk lebih giat lagi bekerja. Dukungan bantuan pemerintah kepada masyarakat merupakan rangsangan, sehingga petani jangan rajin saat ada bantuan dan malas dikala tidak ada bantuan, hilangkan budaya seperti ini dengan mengusahakan semua lahan tidur produktif menjadi sumber penghasilah menuju sejahtera dan mandiri pangan, tegasnya. (JEF B/TIM).

Kategori : Tirosa, Tanggal Post : Mon, 09 May 2016 21:19:16 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 809 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas