top
   
 
Brigjen TNI Heri Wiranto S.E.,M.M : Antisipasi Paham Radikal Harus Dilakukan Seluruh Komponen Bangsa

Kupang-SI. Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Heri Wiranto S.E.,M.M., menjadi salah satu pembicara pada acara dialog yang bertajuk “Pelibatan Masyarakat Dalam Mencegah Paham Radikalisme Terorisme Melalui Persfektif Sosial Dan Budaya Di Provinsi NTT,’ Kamis (09/06/2016) yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Timur, bertempat di Hotel Neo Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan ini Danrem 161/Wira Sakti dalam paparannya mengatakan guna mencegah radikalisme dan terorisme, pihaknya membuat rencana kegiatan pengamanan gabungan, dimana kegiatan ini dilakukan dengan pemetaan yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah, TNI dan Polri untuk selanjutnya dapat dilakukan tindakan terpadu.

“Kita tentukan prioritaskan daerah rawan yang perlu pengawasan ekstra dan daerah yang perlu pembinaan aparat dalam program terpadu. Termasuk juga memberdayakan aparat intelijen masing-masing institusi di wilayah secara bersinergi dan koordinasi yang baik.

Danrem 161/Wira Sakti menambahkan upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum, dengan melaksanakan penyuluhan hukum kepada  masyarakat serta menguatkan kerjasama antar institusi penegak hukum.

Di internal TNI, kita terus memberdayakan peran Babinsa sebagai ujung tombak aparat kewilayahan dengan memberikan pelatihan bela negara dan Siskamling bagi masyarakat dimana para Babinsa tersebut bertugas. Juga dapat dilakukan dengan mengoptimalkan keamanan serta menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesadaran peningkatan bela negara.

Masih menurut Danrem, upaya antisipasi paham radikalisme harus dilakukan seluruh komponen bangsa dengan menyikapi setiap perkembangan yang terjadi, menumbuhkan sikap peka dan tetap waspada terhadap lingkungan sekitar serta tidak mudah terprovokasi adanya ajakan yang dapat merugikan masyarakat.

“Hindari kegiatan yang dapat menimbulkan perpecahan baik di kalangan masyarakat maupun pemuda, karena hal ini akan berdampak terhadap keamanan wilayah.

Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan agar melaporkan kepada pihak yang berwajib,” harap Danrem. Pada kegiatan dialog yang dipandu dan dimoderatori oleh Simon Petrus Nilli (Wakil Direktur Timor Express yang juga pengurus BNPT) berlangsung dari pagi hingga sore ini, Danrem 161/Wira Sakti tampil sebagai pembicara pada sesi kedua siang harinya bersama Nasir Abass, mantan pimpinan teroris Asia Tenggara.

Pada sesi pertama menghadirkan beberapa pembicara lain diantaranya, Anwar Sanusi selaku Karo Umum BNPT, Kepala Lemdik Undana Kupang, Prof. Mintje Ratoe Oedjoe, Gubernur NTT yang diwakili Staf Ahli Bidang politik dan Pemerintahan Michael Fernandez.. (tim)

Kategori : Seputar Kupang, Tanggal Post : Sat, 11 Jun 2016 20:55:42 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 996 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :