top
   
 
Figur Muda TTS Cinta Perubahan

KOTA SOE-SI. Figur muda asal Desa Kuale’u Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah malang melintang membangun image atau stigma Provinsi Nusa Tenggara Timur Denny Missa, SH, mempunyai visi misi ingin membangun Kabupaten Timor Tengah Selatan kedepan. Perubahan adalah kata kunci yang ingin di bangun 5 tahun kedepan dengan pembangunan mengedepankan keberpihakan pada masyarakat. Sebagai putra asli Timor Tengah Selatan, Denny sapaan akrab figur muda ini mempunyai beban tersendiri melihat dinamika pembangunan SDM dan SDA di TTS saat ini yang belum maksimal memajukan kesejahteraan seluruh rakyat TTS.

Segudang pengalaman diantaranya sebagai salah satu personil Harian Timor Express Kupang dengan Jabatan Legal, Manager Umum dan HRD,  Fasilitator Serikat Perusahan Pers dan Dewan Pers Pusat untuk NTT, Pemerhati Budaya dan Pariwisata NTT dengan keterlibatan sebagai juri di even even besar di NTT dan keterlibatan di beberapa organisasi bahkan organisasi internasional. Pengalaman pengalaman  inilah yang ingin dipersembahkan  untuk tanah asal tercinta TTS. Potensi sumber daya alam (SDA) yang berlimpah adalah aset masyarakat yang perlu dimaksimalkan dengan managerial sederhana menyentuh segala aspek kehidupan masyarakat.

Pembenahan pembangunan di berbagai sektor membutuhkan keseriusan dengan melihat pada skala prioritas kebutuhan masyarakat. Revolusi pembangunan di TTS harus segera dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya manuasia yang ada. “ SDM orang TTS sekarang sudah berubah, stigma tentang TTS juga sudah berubah, SDA TTS sangat kaya, kami mampu merubah TTS sejajar dengan daerah lainnya di NTT bahkan di Indonesesia, ini semua hanya membutuhkan tekad dan kerja keras”. Tegas Denny. Seorang pemimpin harus berani berinovasi melakukan tranformasi teknologi dan informasi, menjadi pioner atau pelopor perubahan dan selalu berada ditengah-tengah masyarakatnya. Untuk membangun TTS, perlu aplikasi atau  membaur bersama masyarakat, pendekatan budaya dan  kecenderungan mengakomodir kearifan lokal.

Mencari persamaan dari perbedaan, perubah pola pikir atau mind set menuju pola perilaku yang berubah, sehingga mampu menyesuaikan sekaligus sebagai filter masuknya transformasi budaya dan teknologi di daerah ini. Pemimpin juga harus mampu mengetahui masalah yang sedang terjadi serta sesegera mungkin mendapatkan solusi. (TIM)

Kategori : Opini, Tanggal Post : Tue, 09 May 2017 23:11:05 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 1730 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas