top
   
 
Benarkah Nasib Calon PNS, Anggota TNI dan Polri Ditangan Dokter …?

 Kupang-SI. Sebentar lagi akan dilaksanakan penerimaan bagi calon pegawai negeri sipil (Cpns ) dan anggota baru TNI maupun Polri tahun anggaran 2021 melalui seleksi yang sangat ketat. Mulai dari tes Administrasi, tes Kesamaptaan Jasmani, tes Kesehatan, tes Psikologi, tes Mental Ideologi, tes Wawancara serta pantuhir. Dalam Rekrutmen calon pegawai negeri sipil, anggota baru TNI dan Polri apakah benar dilakukan secara transparan, jujur serta para penguji benar-benar profesional tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, orang tertentu atau oknum dan kelompoknya.

Hal ini menjadi pertanyaan dan warning bagi petinggi-petinggi dalam hal ini Bapak Presiden, mentri dalam negeri, petinggi TNI dan petinggi polri di tahun 2021 ini agar melakukan pengawasan ketat sehingga tidak terjadi dugaan penyimpangan profesi bagi para penguji, contohnya dokter dan paramedis dalam menentukan nasib seorang calon pns, anggota TNI maupun Polri pada tes kesehatan.       

Menjadi pertanyaan, Apakah benar oknum dokter melayani masyarakat ada kepentingan "bisnis", dan apakah benar oknum dokter adalah penentu nasib calon pns dan anggota TNI serta Polri, di saat tes kesehatan…! Untuk mengusir keraguan sebagai masyarakat awan dalam Rekrutmen tersebut, saya memohon kepada pemerintah dalam hal instansi sipil, TNI dan Polri harus benar-benar mengawasi pelaksanaan rekrutmen tersebut, mulai dari pusat provinsi lain hingga ke daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Untuk itu profesional dokter sangat dibutuhkan saat penerimaan calon pns, anggota TNI maupun Polri. Bayangkan bila oknum dokter Salah, dalam memberikan diagnose/rekomendasi yang berakibat seorang calon gugur dalam mengikuti tes kesehatan untuk menjadi pns, anggota TNI maupun Polri. Apalagi, diduga ada iming-iming nominal tertentu agar seorang bisa lolos seleksi, dan hal ini sangat naif bila hal itu terjadi. Semoga dokter -dokter di NTT dalam menjalankan profesinya di saat tes penerimaan CPNS, anggota TNI dan Polri 
dijauhkan dari hal-hal tersebut. Saya berharap para oknum dokter yang rekeningnya puluhan miliar, untuk diperiksa oleh PPATK, KPK, BPK, IDI dan Provost serta POLISI MILITER, dan Bank Indonesi, dari mana gelembungnya rekening oknum – oknum dokter tersebut.

Saya coba mengambil Contoh seorang oknum dokter dari salah satu institusi yang sudah bertugas di NTT, selama 4 ( empat tahun ) dan oleh institusinya sudah dipindah tugaskan keluar dari NTT, namun baru 6 bulan kepindahannya, ternyata yang bersangkutan berusaha lagi dengan keras balik kembali ke NTT. Oknum dokter tersebut pindahnya ke-salah satu rumah sakit dijakarta.
Selama 4 (empat ) tahun bertugas di-NTT oknum dokter tersebut diduga memiliki catatan negatif, namum karena berkat lobi dan berbagi upaya akhirnya oknum tersebut bisa kembali bertugas ke NTT dengan alasan Oknum dokter tersebut mengikuti penempatan istrinya yang juga dokter 
sebagai calon Pegawai Negeri Sipil dalam institusi tersebut.
Yang menjadi pertanyaan lagi bagi saya, mengapa dokter tersebut ingin kembali ke NTT, padahal baru saja pindah tugas ke-jakarta 6 (enam) bulan lalu,   
dan saat ini oknum tersebut sudah kembali bertugas ke NTT, apalagi bertepatan dengan waktu penerimaan CPNS, Prajurit TNI dan Polri di Kupang NTT. Muncul tanya bagi saya Apakah ini ada kaitannya dengan penerimaan tes calon pns, anggota TNI dan Polri yang diduga ada syarat-syarat tertentu sehingga bisa lolos selaksi...?, atau oknum dokter tersebut pindah mengikuti istri yang saat ini baru sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Tiada yang mengetahuinya mungkin semuanya itu hanya kebetulan saja. 

Penulis berharap dokter-dokter yang ada di Nusa Flobamorata tercinta, dijauhkan dari dugaan praktik kongkalikong dalam 
penerimaan calon PNS, anggota TNI dan Polri dengan modus menarik keutungan tertentu kepada pelamar yang telah lulus ujian.

Kalaupun ada, kasihan sekali putra-putri terbaik NTT yang punya kemampauan dan skil nasibnya harus pupus untuk tidak menjadi PNS, anggota TNI dan Polri karena faktor finansial. Semoga Penerimaaan cpns, Anggota TNI dan Polri tahun 2021 sesuai mekanisme dan jangan dirusak dengan ulah oknum tertentu yang mencari keutungan pribadi diatas profesi yang mulia.  

Keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat atau Lembaga Bantuan hukum sebagai Mitra Masyarakat sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam rekrutmen dengan alasan Bermasalah pada THT dan tidak terjadi penyalah gunaan wewenang dari dokter TNI yang bertugas menyeleksi Kesehatan. Apalagi disinyalir bahwa seleksi calon Prajurit Tamtama TNI AD sekarang adalah untuk pasukan Tempur bukan untuk pembina desa. Sehingga dibutuhkan kesungguhan serta tidak main main dalam seleksi Kesehatan. Karena Kesehatan bukan hanya THT tapi menyangkut kesehatan Seca
ra menyeluruh termasuk kesehatan Jiwa dan Kesehatan Mental Idiologi.

Penulis yakin dokter adalah profesi yang mulia, gunakan itu secara profesional. Di jaman ini, masih banyak orang jujur yang mengais rejeki dengan cara yang beretika dan halal, karena Penulis yakin Tuhan Allah sudah mengatur setiap rejeki yang didapati setiap orang.      

Saran penulis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi calon pns, personil TNI dan Polri yang merupakan putra-putri terbaik Nusantara, rekrutmen harus dilakukan secara proporsional dan profesional serta transparan dengan melibatkan unsur masyarakat sebagai pengawas dalam setiap tahapan tes. (*)

Kategori : Seputar Kupang, Tanggal Post : Thu, 11 Feb 2021 20:45:19 PM, Kontributor : TIM, Dibaca : 169 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 1 ]
  • Callie, Sun,14 feb 2021 19:46:55 pm
    dove posso acquistare cialis generico sicuro https://gecialiscan.com - where to buy cialis online buy cialis paypal payment harga obat viagra dan cialis cialis discount buy cialis online with prescr
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas